Berburu Emas untuk Investasi

NERACA

Minat masyarakat untuk berinvestasi dalam bentuk emas atau logam mulia di dalam negeri cenderung meningkat. Alasanya hal ini dikarenakan dapat menjaga nilai di tengah perlambatan ekonomi global. "Kondisi ekonomi global cenderung melambat, kondisi itu mendorong investor menempatkan dananya dalam emas, termasuk masyarakat di dalam negeri," kata ekonom Ariston Tjendra di Jakarta.

Menurut Ariston yang juga analis dari PT Monex Investindo Futures ini, terus meningkatnya harga emas didorong dari buruknya data tenaga kerja AS sehingga memicu ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lanjutan oleh the Federal Reserve.

Ariston mengatakan harga emas dunia hari ini (9/10) berada di posisi 1.737 dolar AS per ons atau meningkat 34,90 poin (2,05 %) dibanding akhir pekan lalu. "Semakin lama kita berinvestasi emas, semakin bagus. Itu memberikan optimisme bagi investor yang baru mengambil posisi jangka panjang," tambahnya.

Lebih jauh Ariston memperkirakan, harga emas akan meningkat menembus level "resistance" (batas atas) ke posisi 1.760 dolar AS per ons. Apalagi, jika AS melakukan pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE) tahap tiga maka emas akan terus meningkat. "Jika AS melakukan QE maka akan melemahkan dolar AS, dengan begitu investor akan mengalihkan asetnya dalam bentuk emas sehingga akan meningkatkan harga," ucapnya

Sementara itu dari pantauan di lapangan, terlihat harga emas Aneka Tambang hari ini untuk satu gram senilai Rp579.000, meningkat dibanding hari sebelumnya pada Jumat (7/9) lalu sebesar Rp564.000 per gram.

Sedangkan Marketing Manager Logam Mulia Refinery Business Antam, Bambang Wijanarko menilai, masyarakat dalam negeri sudah lebih pintar untuk menempatkan dananya. "Masyarakat di Indonesia memang hanya mengenal menabung di bank, dalam dua tahun terakhir masyarakat sudah mulai berpindah ke dalam bentuk emas," jelasnya

Pada 2010 lalu, dikemukakan Bambang, tercatat sebanyak tiga ton emas terjual ke masyarakat, kemudian pada tahun berikutnya terjadi peningkatan sebesar 100 % menjadi enam ton emas. Sementara, sepanjang semester I 2012 emas sudah terjual sebanyak 3,6 ton. "Masyarakat lambat laun sudah mulai sadar berinvestasi dalam bentuk emas, hal itu dikarenakan emas dapat dijadikan 'hedging' (lindung nilai)," pungkasnya.

Keuntungan Emas

Meskipun harga emas mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu, namun secara umum harga emas selalu mengalami kenaikan dalam keadaan harga minyak mengalami penurunan, harga emas pun mengalami penurunan namun ketika harga minyak mengalami penurunan tajam, harga emas “hanya turun” saja.

Beberapa pengamat emas selain itu, dalam jangka panjang, nilai emas mempunyai trend harga yang selalu naik dalam jangka waktu 1 bulan, harga emas mungkin mengalami trend penurunan tapi jika di tarik jangka waktu yang lebih panjang, katakanlah 10 tahun harga emas akan selalu mengalami kenaikan.

Selain tak lekang oleh waktu, kelebihan emas lainnya adalah nilainya diakui di semua tempat dan semua negara bahkan ketika terjadi gejolak politik dan keamanan misalnya ketika terjadi peperangan dan kekacaun sosial, emas tetap mampu melindungi nilainya.

BERITA TERKAIT

Idul Fitri Momentum untuk Instropeksi Diri

  Oleh : Sulaiman Rahmat, Mahasiswa Lancang Kuning Pekanbaru Momen Idul Fitri bagi masyarakat Indonesia menjadi salah satu moment penting…

Revolusi Industri 4.0 Untuk Bidik 10 Besar Dunia

NERACA Jakarta – Pemerintah telah menetapkan target Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia tahun 2030.…

Toyota Akan Gelontorkan Investasi Baru Untuk Mobil Listrik

Toyota melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) siap menggelontorkan untuk pengembangan mobil listrik di dalam negeri, yang ditargetkan pemerintah…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…