Perbarindo Kejar Kredit Produktif 60%

NERACA

Manado---Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) cabang Sulawesi Utara(Sulut) manargetkan peningkatan pangsa kredit produktif hingga 60 persen sampai akhir tahun ini. "Perbarindo akan terus mendorong BPR yang ada di daerah ini mampu meningkatkan pangsa kredit produktif hingga mencapai 60 persen," kata Ketua Perbarindo Sulut, Denny Senduk di Manado,Selasa.

Menurut Denny, guna mendorong peningkatan kredit produktif maka BPR sepakat mendorong kredit usaha mikro kecil menengah(UMKM). “UMKM menjadi fokus ekspansi kredit BPR pada tahun ini," ujarnya

Lebih jauh kata Denny, dengan ekspansi kredit ke sektor UMKM, maka diharapkan akan mendorong percepatan perluasan kredit produktif tumbuh lebih tinggi ketimbang konsumtif. Sektor UMKM yang menjadi target ekspansi BPR diantaranya, pertanian, perdagangan, serta industri kecil produktif dan lainnya yang diperkirakan memberi sumbangsih terhadap perekonomian daerah.

BPR sebagai lembaga keuangan yang makin diakui eksistensinya terhadap perekonomian daerah ini menyusul perannya pada pembiayaan sektor riil semakin dominan. Di Sulut saat ini terdapat 17 BPR yang tersebar mulai dari kawasan perkotaan hingga pedesaan.

Sebelumnya, Perbarindo mematok target pertumbuhan kredit BPR mencapai 21-22%. Nilai ini hampir serupa dengan pertumbuhan kredit pada 2011 yang mencapai Rp41,1 triliun atau meningkat 21,44% dibanding 2010 sebesar Rp33,84 triliun.

Sebagai lembaga keuangan mikro, BPR harusnya dibimbing dan didukung melalui regulasi yang tepat. Regulasi yang dimaksud, seperti mengizinkan BPR mengambil peran sebagai kas daerah. “BPR merupakan guru ekonomi masyarakat, jadi seharusnya mendapat dukungan,” kata Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Joko Suyanto.

Sementara itu, pada 2012 ini, Perbarindo juga mematok target pertumbuhan kredit BPR mencapai 21-22%. Nilai ini hampir serupa dengan pertumbuhan kredit pada 2011 yang mencapai Rp41,1 triliun atau meningkat 21,44% dibanding 2010 sebesar Rp33,84 triliun. **cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

MAGI Beri Penghargaan ke Bengkel Rekanan Terbaik

    NERACA.   Jakarta - PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI) memberikan penghargaan kepada bengkel rekanan terbaiknya dalam ajang…

Jamkrindo Syariah Targetkan Volume Penjaminan Rp35 Triliun

NERACA Jakarta - PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar) mentargetkan volume penjaminan pada akhir 2020 mendatang bisa mencapai Rp35 triliun dan meraih…

Produk Jiwasraya Layaknya Skema Ponzi

  NERACA   Jakarta - Pengamat ekonomi dan perpajakan, Yustinus Prastowo menilai produk asuransi yang mulai diterbitkan PT Asuransi Jiwasraya…