Pembangunan Pelabuhan Newpriok Segera Dimulai - Penandatanganan Kontrak IPC-PT PP

NERACA

Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC melakukan penandatangan kontrak kerja pembangunan terminal Newpriok dengan PT PP. Penandatanganan kontrak ini menindaklanjuti surat keputusan direksi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Nomor: PR.100/6/14/PI.II-12 tanggal 10 Agustus 2012 tentang Penetapan Pemenang Pelelangan Tahap II (Dua) Pekerjaan, Penandatanganan kontrak kerja akan dilakukan pada 11 September 2012 dan dihadiri oleh dewan direksi dan dewan komisaris dari kedua belah pihak.

Penandatanganan kontrak kerja akan menjadi proses berikutnya dalam pembangunan terminal Newpriok, setelah penandatanganan konsesi oleh Kementerian Perhubungan dan Penandatanganan MoU pembangunan jalan tol priok antara IPC, KBN, dan pihak Jasa Marga. “Dengan ditandatanganinya kontrak perjanjian kerja pembangunan, maka sudah tidak ada lagi halangan bagi kami untuk mengoperasikan terminal Newpriok tepat pada tahun 2014, sesuai dengan Perpres No. 26 tahun 2012,” ujar Direktur Utama IPC RJ Lino seperti dikutip Neraca, Selasa.

Dalam kontrak tersebut telah ditentukan mengenai detail pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kontstruksi PT PP serta jangka waktu yang ditentukan. Ruang lingkup pekerjaan konstruksi PT PP ini mencakup pekerjaan Dermaga 1A, Container Yard 1A, Dermaga 1B, Breakwater Disposal A dan B, Breakwater Container Yard 1B dan Pekerjaan Pengerukan dan Reklamasi. Jangka waktu pelaksanaan akan dibagi menjadi tiga tahap. Pekerjaan tahap 1A1 ditetapkan 20 bulan, Pekerjaan Tahap 1A2 ditetapkan 27 bulan dan pekerjaan tahap 1B selama 50 bulan.

Lima Terminal

Pembangunan tahap I terminal Newpriok akan meliputi tiga terminal peti kemas dan dua terminal bahan bakar minyak. Pelabuhan ini dirancang dengan kedalaman draft hingga -2mLWS dengan tahap pertama akan dilakukan pengerukan sedalam -16mLWS, dan alur pelayaran dua arah selebar hampir 300 meter untuk mempercepat arus kedatangan dan keberangkatan kapal.

Pada tahap I ini, pelabuhan akan dibangun di atas lahan seluas 195 hektar dengan panjang dermaga 4.000 meter dan mampu menampung kontainer 4,5 juta TEUs. Keseluruhan pembangunan terminal Newpriok akan menambah kapasitas pelabuhan Tanjung Priok kurang lebih 13 juta TEUs kontainer serta penanganan 9 juta ton produk minyak dan gas. Terminal peti kemas 1 (1A1) dalam pembangunan tahap 1 direncanakan selesai dan beroperasi pada tahun 2014. Kontrak kerja proyek pembangunan terminal Newpriok bernilai sekitar Rp6,5 triliun dan US$ 259 juta.

Selain itu, dibangun pula access road menuju pelabuhan Tanjung Priok sebagai infrastruktur pendukung pengoperasian terminal Newpriol di masa mendatang. Pembangunan access road Newpriok ini merupakan hasil kerjasama dari IPC, PT Jasa Marga (Persero) dan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero).

Kerjasama yang dilakukan IPC dan PT PP dalam pembangunan terminal Newpriok diharapkan berlangsung dengan lancar karena terminal Newpriok berkontribusi terhadap upaya penguatan dan efisiensi logistik nasional. Diharapkan pembangunan terminal Newpriok dapat berjalan sesuai waktu yang telah ditetapkan agar dapat mendorong peningkatan perdagangan domestik dan internasional.

BERITA TERKAIT

Peran Aktif Mahasiswa Dalam Pembangunan

  Oleh : Bambang Lintang Susatyo, Peneliti Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) Beberapa hari ke depan, tepatnya tanggal 20…

Capaian Prestasi 3 Tahun Pembangunan Infrastruktur Jokowi

                                  Oleh: Indah Rahmawati…

Waskita Beton Bidik Laba Tumbuh 25% di 2018 - Kantungi Banyak Kontrak Baru

NERACA Jakarta –Lambat tapi pasti, performance kinerja keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) cukup memuaskan. Tengok saja dari pencapaian…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Penanaman Modal di Sektor Riil - Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

Mencari Alternatif Langkah Penyelamatan Perusahaan Negara

NERACA Jakarta - Rencana pemerintah membentuk induk perusahaan (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendapat kritik dari sejumlah akademisi…

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…