Pengembangan SDM Perkuat Daya Saing Industri Perikanan

Rabu, 12/09/2012

NERACA

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kian memperkuat komitmennya dalam mengembangkan potensi dan kapasitas lembaga pendidikan di sektor kelautan dan perikanan yang berada di bawah naungan KKP. Pasalnya, lembaga pendidikan perikanan merupakah salah satu pilar untuk menyokong pembangunan sektor kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. Tercatat, selama setengah abad berkiprah, Sekolah Tinggi Perikanan (STP) telah berhasil meluluskan 8 ribu alumni.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, mengatakan, pengembangan sumber daya manusia yang tangguh dan memiliki keahlian, pengetahuan, serta penguasaan teknologi di bidang kelautan dan perikanan, dibutuhkan suatu pembinaan dan pengembangan lembaga pendidikan kelautan dan perikanan. Melalui pengembangan SDM, ini diharapkan para pelaku pembangunan perikanan mampu membangun usaha dari hulu sampai hilir yang berdaya saing tinggi. Hal ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang mengadopsi konsep blue economy.

Sebagai langkah nyata, KKP melalui Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan berencana untuk mengembangkan STP menjadi lembaga pendidikan tinggi vokasi bertaraf internasional, pada jenjang Diploma, Magister Sains Terapan, dan Doktor Sains Terapan. Langkah tersebut, diyakini dapat menghasilkan SDM yang tangguh dan professional agar dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kelautan dan perikanan. Sementara untuk pola pendidikan di STP, KKP akan menerapkan sistem pendidikan vokasi. Sistem ini dinilai mampu mencetak tenaga ahli yang unggul dan berkarakter sehingga siap bekerja sesuai bidangnya dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar kerja akan tenaga kerja.

“Pengembangan pendidikan vokasi ini didukung dengan konsep teaching factory, di mana peserta didik dapat melaksanakan praktek sesuai dengan kondisi dunia kerja pada industri kelautan dan perikanan yang sesungguhnya, dengan persentase 70 persen praktek dan 30 persen teori,” sambung Kepala Badan Pengembangan SDMKP, Sjarief Widjaja, seperti dikutip dari keterangan tertulis KKP, Selasa.

Jalur Pendidikan

Lebih lanjut Sjarief menuturkan bahwa lokasi yang telah ditetapkan sebagai kampus teaching factory, yaitu berada di Karawang dan kampus konservasi di Wakatobi. Selain itu, KKP bersama Kemendikbud juga bersinergi untuk mengajak masyarakat agar lebih mencintai bidang kelautan dan perikanan. Program tersebut akan dimulai dari pendidikan TK, SD, SLTP, dan SLTA, paket kejar ikan dan pendidikan tinggi. Pasalnya, untuk mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai bangsa bahari, diperlukan berbagai upaya nyata.

Sebab itu, pengenalan dunia kelautan dan perikanan semestinya diberikan sejak usia dini sebagai bagian dari pembentukan budaya bahari pada generasi muda. Disamping itu, kerja sama tersebut juga dilakukan dalam berbagai aspek lainnya. Semisalnya, pembinaan dan pengembangan pendidikan kelautan dan perikanan yang dapat ditempuh lewat jalur pendidikan non formal, jalur pendidikan menengah, dan jenjang pendidikan tinggi.

Sebanyak 325 taruna dan taruni yang diwisuda merupakan jenjang Diploma IV, angkatan 44, Tahun Ajaran 2011/2012. Para lulusan tersebut berasal dari enam program studi, yaitu teknologi penangkapan ikan, permesinan perikanan, teknologi pengolahan hasil perikanan, teknologi akuakultur, teknologi pengelolaan sumber daya perairan, serta penyuluh perikanan.

Dengan diwisudanya para lulusan tersebut, Sharif menyampaikan harapannya agar mereka tidak hanya sekedar menjadi pencari kerja (Job Seeker), namun menjadi pencipta lapangan kerja (Job Creater) seperti dirinya sewaktu muda dahulu. KKP pun menyatakan dukungannya terhadap para pelaku usaha domestik, khususnya skala UMKM.

Dukungan tersebut akan diimplementasikan melalui bantuan program, pemberdayaan, hingga penataan regulasi agar business friendly. Upaya-upaya tersebut ditujukan agar mampu menciptakan microeconomics foundations yang kokoh dalam pembangunan, sehingga pengusaha atau entrepreneur dapat berkonsentrasi pada aspek operations dan strategi perusahaan, meningkatkan kecanggihan dan daya dobrak pasar sehingga mampu menghasilkan produk-produk dengan value yang tinggi atau menghasilkan produk-produk yang sangat efisien.

Sejak didirikan tahun 1962, kampus ini telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap sektor kelautan dan perikanan. Tercatat, kampus yang berusia 50 tahun ini, berhasil mencetak 8 ribu orang alumni yang telah berkiprah baik di ajang nasional maupun internasional. Sementara, pola perekrutan peserta didik di STP, KKP saat ini menggunakan persentase 40 persen anak pelaku utama sektor kelautan dan perikanan (nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan, serta petambak garam), 40 persen masyarakat umum, dan 20% kerja sama dengan instansi terkait.

Hal ini juga dilakukan pada 12 lembaga pendidikan KKP lainnya, di tiga Akademi Perikanan dan sembilan Sekolah Usaha Perikanan Menengah yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu, terdapat pula sekolah lapang (community college), yang terdapat di wilayah pemukiman nelayan, yang jam belajarnya disesuaikan dengan kegiatan anak nelayan.