Citibank Genjot Nasabah Prioritas 15%

NERACA

Jakarta--Citibank Indonesia menargetkan pertumbuhan nasabah prioritas dalam layanan Citigold sebesar 15 % hingga akhir 2013. Alasanya seiring dicabutnya sanksi menjaring nasabah baru pada layanan tersebut oleh Bank Indonesia, pada Mei 2012 silam. "Kami tidak bisa memberitahukan pertumbuhan nasabah sejak sanksi dicabut, tetapi kami menargetkan pertumbuhan nasabah Citigold sebesar 15 % hingga akhir tahun," kata Country Business Manager, Global Consumer Group, Citi Indonesia, Joel Kornreich di Jakarta, Selasa.

Joel menambahkan pihaknya akan terus menjaga prinsip kehati-hatian dalam menjajakan layanan Citigold. Salah satu upayanya dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada nasabah baru yang mengajukan membuka layanan Citigold. "Kami ajukan beberapa pertanyaan kepada nasabah, karena kami ingin tahu pengalaman atau pengetahuan mereka tentang produk ini,” tambahnya

Menurut Joel, Jika nasabah belum memiliki pengalaman, pihaknya akan menjelaskannya. “Lalu memberikan beberapa rekomendasi terkait pengalokasian asetnya serta risiko-risikonya, termasuk memberikan rekomendasi produk investasi yang cocok," tuturnya

Sebelumnya, pada 2011, Citibank Indonesia dilarang menambah nasabah baru pada layanan Citigold-nya. Hal ini sebagai imbas pembobolan dana nasabah prioritas Citibank oleh oknum Senior Manager bank tersebut, yang bernama Malinda Dee.

Hingga saat ini menurut dia, layanan nasabah prioritas Citibank masuk dalam jajaran lima besar di Indonesia dan diharapkan bisa terus meningkat masuk dalam posisi dua besar.

Sementara itu Retail Bank Head Citi Indonesia, Gary L McQuain mengatakan saat ini layanan nasabah prioritas atau wealth management Citibank, termasuk di dalamnya Citigold, berkontribusi sebesar 55 % bagi perusahaan. **cahyo

BERITA TERKAIT

GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari - Permintaan Ban TBR Meningkat

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…

Genjot Belanja APBN Alkes Dalam Negeri - Tekan Kebutuhan Impor Alkes

NERACA Jakarta - Ketergantungan Indonesia pada alat kesehatan (alkes) impor masih relatif tinggi. Berdasarkan data izin edar yang diterbitkan oleh…

Menteri BUMN Dorong Nasabah Mekaar Tingkatkan Pendapatan Usaha

Menteri BUMN Dorong Nasabah Mekaar Tingkatkan Pendapatan Usaha NERACA Bogor - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

NPF Bank Syariah Diprediksi Membaik di 2018

  NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) perbankan syariah dapat lebih baik…

BTN Buka Cabang di Pematang Siantar

      NERACA   Medan - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. berkomitmen untuk menjangkau masyarakat yang ingin memiliki…

CIMB Niaga Andalkan Rekening Ponsel - Remitansi Antar Negara

    NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mendukung kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam Uji…