Mendatangi 10 Tempat Wisata Berbahaya

Sabtu, 15/09/2012

Berwisata memang menjadi suatu kegiatan yang sangat menyenangkan, namun sebagian orang senang berwisata ketempat-tempat yang menantang andrenalin dan memiliki tantangan juga menghadirkan sensasi yang berbeda. Karena itulah beberapa orang memilih tempat-tempat yang berbahaya untuk didatangi dan bersenang-senang.

Beberapa orang mengatakan bahwa mendatangi tempat-tempat wisata yang berbahaya memiliki dan mendapatkan sensasi yang berbeda, di sanalah keberanian dan kekuatan kita ditantang, dan sebagian orang memiliki kepuasan tersendiri setelah berhasil mendatangi dan menaklukkan tempat wisata tersebut.

Caracas, Venezuela

Kota Caracas menjadi kota yang paling berbahaya dalam urutan pertama bagi para wisatawan. Berbagai aksi kejahatan dari kartel narkoba yang ada di kota ini sering terjadi khususnya bagi

wisatawan asing. Selain Kartel narkoba, kemiskinan juga menjadi faktor yang mengantarkan Caracas menjadi kota paling berbahaya di dunia. Ibu Kota Venezuela ini memiliki angka pembunuhan dan kejahatan tertinggi di dunia. Menurut Reuters, sebesar 130 kasus pembunuhan dan 537 kasus penculikan terjadi di kota ini dari 100 ribu orang.

Ciudad Juarez, Meksiko

Selain Venezuela, Meksiko juga merupakan tempat berkembangnya kartel narkoba. Di Kota ini kerap terjadi perang antar kartel untuk memperebutkan wilayah, khususnya di kota Ciudad Juarez. Angka pembunuhan di Ciudad Juarez cukup tinggi, yakni 120 per 100 ribu orang. Berdasarkan data yang diperoleh dari Reuters 50 persen kasus pembunuhan terjadi di Ciudad.

Baghdad, Irak

Kota yang masih dilanda konflik ini menjadi urutan yang ketiga dalam daftar kota paling berbahaya di dunia. Menurut Mercers world quality of life index sejak AS menginvasi negara ini pada tahun 2003, lebih dari 230 ribu warga sipil meninggal dunia.

Mogadishu, Somalia

Sejak negara ini dilanda konflik perang saudara, kota yang terdapat di negara Afrika ini menjadi kota yang berbahaya untuk dikunjungi bagi wisatawan. Salah satu peristiwa yang baru-baru saja terjadi adalah seorang wisatawan asal Inggris diculik ketika ia sedang mengunjungi salah satu tempat wisata yang terdapat di negara ini.

Cape Town, Afrika Selatan

Sensitifitas antara orang kulit putih dan orang kulit hitam masih sering terjadi di salah satu negara yang terdapat dikawasan Afrika ini. Menurut data Mercers world quality of life index, setiap hari, ada 50 pembunuhan terjadi di Afrika Selatan dan lebih dari setengahnya terjadi di Cape Town. Sepanjang tahun ini setidaknya ada 71.500 pelanggaran seksual, 18.400 kasus pencurian, dan 13.900 kasus perampokan.

New Orleans, AS

Walaupun Amerika termasuk negara yang taraf hidupnya masih tergolong baik dan merupakan negara maju, namun negara ini juga memiliki angka pengangguran yang tinggi sehingga memicu peningkatan angka kriminalitas, khususnya New Orleans. Menurut Biro Investigasi Federal Amerika (FBI), New Orleans merupakan ibu kota pembunuhan di AS. Ini mengacu pada angka pembunuhan di New Orleans yang sebesar 52 per 100 ribu.

Grozny, Chechnya

Menurut Mercers world quality of life index kota Grozny merupakan kota yang patut dihindari. Perang antar gangster, perebutan bisnis narkotik, bisnis pelacuran, bisnis senjata ilegal, dan tempat berkembang sel-sel teroris merupakan kombinasi mengapa kota Grozny masuk dalam daftar kota yang patut dihindari.

Karachi, Pakistan.

Negara yang masih bersengketa dengan negara tetangga India ini masuk dalam daftar kota yang patut dihindari menurut Mercers world quality of life index. Walaupun angka pembunuhan di kota Karachi tergolong rendah, namun teroris merupakan ancaman nyata yang membuat kota ini sangat berbahaya.

Detroit, Amerika Serikat.

Walaupun kota ini tercatat sebagai negara industri terbesar di Amerika menurut majalah Forbes. Namun kota ini masuk dalam daftar kota yang harus dihindari karena menurut catatan FBI dalam setahun terjadi 43,7 persen kasus pembuhunan dari 100 ribu kasus.

Rio de Janeiro, Brasil.

Brazil tercatat sebagai negara yang sedang berkembang di kawasan Amerika latin dengan pertumbuhan ekonominya cukup pesat di berbagai kota, salah satunya adalah kota Rio de Janeiro. Menurut New Zealand Herald, kota terbesar kedua di Brasil ini memang sudah lebih aman dibandingkan pada masa lalu. Namun sayangnya, angka pembunuhan di Rio masih mirip dengan zona perang, jika mengacu pada ukurannya sebagai kota metropolitan.