Pemprov Banten Peduli Anak

Sabtu, 15/09/2012

NERACA

Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan dana Rp 2,82 miliar sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan anak-anak di Banten.

Memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN), pemprov Banten meyediakan bantuan sosial untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak yang termarginalkan agar dapat mengaktualisasikan potensi dan kreativitasnya dengan penuh keceriaan dan kemandirian.

Pada acara puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2012 tingkat Provinsi Banten di Halaman Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Kec.Curug, Kota Serang, Kamis 6 September lalu, Gubernur Banten Hj.Ratu Atut Chosiyah mengatakan pemerintah provinsi Banten memberikan bantuan sosial bagi anak-anak maupun yayasan yang telah berjasa di bidang pembangunan dan pelayanan kesejahteraan serta perlindungan anak di Provinsi Banten.

Atut Chosiyah melanjutkan, bentuk kepedulian Pemprov Banten cukup besar terhadap perkembangan anak-anak yang ada di Banten. Pemprov Banten telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,802 miliar.

“Bantuan ini merupakan salah satu bukti nyata betapa pentingnya kedudukan seorang anak sebagai generasi penerus bangsa. Perhatian terhadap anak-anak merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat” katanya.

Bansos tersebut diberikan kepada 24 panti yang ada di Provinsi Banten, di antaranya bansos permakanan untuk anak-anak panti sebesar Rp2,4 miliar atau masing-masing panti mendapatkan Rp100 juta. Selain itu, bansos juga diberikan kepada penerima Program Kesejahteraan Sosial Anak sebesar Rp300 juta, bantuan ini berupa tabungan Kesejahteraan Sosial Anak yang diberikan kepada 200 anak yang tersebar di kabupaten/kota sehingga masing-masing anak mendapatkan Rp1,5 juta.

“Ke-200 anak tersebut merupakan perwakilan dari tigaclusteranak yaituclusteranak jalanan/anak terlantar,clusteranak balita telantar, danclusteranak yang membutuhkan perlindungan khusus,” tambah Atut Chosiyah.

Pemprov Banten juga akan memberikan sarana dan prasarana panti berupa kasur, bantal, lemari makan, cermin, tempat tidur, lemari loker senilai Rp46 juta. Bantuan sarana dan prasarana ini diberikan kepada empat panti sosial anak.

Tak hanya itu, bantuan sarana dan prasarana juga diberikan kepada delapan Lembaga Taman Anak Sejahtera (TAS) juga dialokasikan sebesar Rp56,9 juta. Bantuan ini berupa TV, lemari besi kaca, loker anak,sound system,wirelessdan mikropon, meja setengah biro, kursi lipat, dan DVD player.

“Kami juga memberikan bantuan berupa akta kelahiran gratis kepada 80 anak dari 8 kabupaten/kota se-Provinsi Banten” ujar Atut Chosiyah.