Sukses dengan Budi Daya Belut Super

NERACA

Budi daya belut, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan belut semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budi daya yang memuaskan dan diminati konsumen.

Salah satu varian belut yang mulai banyak dibudidayakan adalah jenis belut super. Berbeda dengan belut pada umumnya, belut super memiliki ukuran lebih besar. Ukuran lingkar tubuhnya mencapai 6,5 cm dengan panjang sekitar 50 cm. Bobot tiga ekor belut super bisa mencapai 1 Kg. Belut ukuran jumbo ini banyak dicari pengusaha restoran dan makanan ringan.

Pemberian pakan sangat mempengaruhi pertumbuhan belut. Sebaiknya belut super lebih banyak diberikan pakan alami, seperti keong, katak, atau cacing ketimbang pakan buatan.

Dengan pakan alami, belut super bisa lebih cepat dipanen karena pertumbuhannya juga menjadi lebih cepat. Jika diberi pakan buatan, belut super baru bisa dipanen dalam waktu enam hingga tujuh bulan sejak awal dipelihara.

Selain itu, kecukupan pakan juga harus diperhatikan. Sebab, bila jumlah pakan kurang bisa menyebabkan terjadinya kanibalisme antar belut. Untuk itu, disarankan pemberian pakan dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari.

Untuk metode budi dayanya sendiri ada dua cara. Yakni, menggunakan media kolam lumpur dan menggunakan bubu bambu di sawah. Setelah kolam jadi, lalu masukkan gedebok pisang dan jerami. Lalu masukkan pupuk kandang untuk mempercepat pembusukan gedebok pisang dan jerami.

Setelah pakan tambahan siap, lalu lanjutkan dengan pemberian lumpur kering. Setelah itu, masukkan air dengan kedalaman minimal 15 cm. Proses pembusukan gedebok pisang dan jerami terjadi sekitar dua minggu setelah air masuk. Setelah terjadi pembusukan, maka benih siap dimasukkan.

Saat panen, setiap kolam bisa menghasilkan 250 Kg belut super. Harga setiap kilonya sekitar Rp 30.000-Rp 35.000. Dengan harga tersebut, omzet yang didapatnya sekitar Rp 40 juta-Rp 50 juta setiap kali panen. Adapun laba bersihnya sekitar 50 persen dari omzet.

Biaya produksi yang dikeluarkan lebih banyak untuk pembibitan. Setiap satu Kg bibit belut super ini dijual seharga Rp 40.000.

Dalam pembibitan, dapat pula bekerja sama dengan para petani pengelola sawah dengan membudidayakan belut di pinggiran sawah, tentu saja Anda harus berbagi saat memperoleh hasil panen. Bila omzet dalam sebulan mencapai Rp 8 juta, laba yang didapat hanya 20 persen-30 persen, karena bekerja sama dengan pemilik sawah.

Related posts