Dongkrak Marketing Sale, Intiland Tambah 29 Budget Hotel

Garap Bisnis Baru

Selasa, 11/09/2012

NERACA

Jakarta –Bisnis hotel budget atau hotel berbiaya murah meriah sebagai sarana transit penginapan di beberapa kota, tengah banyak digarap industri properti. Bahkan maraknya tren bisnis hotel budget ini juga di garap perusahaan yang selama ini bukan bisnis utamanya di sektor properti. Maka tidak mau ketiganggalan untuk menggarap pasar yang masih terbuka lebar, PT Intiland Development Tbk (DILD) sebagai emtien properti ini terus perbanyak pembangunan bisnis hotel budget.

Executive Director Capital and Investment Management PT Intiland Development Tbk, Archied Noto Pradono mengatakan, pihaknya menargetkan pembangunan hotel budget di 29 lokasi di Indonesia. Saat ini perseroan telah mengoperasikan tiga hotel budget di Semarang, Yogyakarta, dan Kuta, Bali."Tahun ini ada dua tambahan hotel budget yaitu di Kelapa Gading dan Nusa Dua," kata Arhied di Jakarta, Senin (10/9).

Lebih lanjut dia mengatakan, lokasi pembangunan hotel budget yang ada di dalam pipe line perseroan antara lain Balikpapan, Palangkaraya, Makassar, Manado, dan Bali. Kemungkinan perseroan akan banyak membangun hotel budget pada 2013. Dana pembangunan satu hotel budget sekitar Rp40 miliar-Rp50 miliar. Perseroan akan menarik pinjaman untuk pembangunan hotel budget. Hotel budget perseroan bernama Whiz dan Grand Whiz hotel.

Menurutnya, untuk pembangunan hotel budget ada yang punya 100%, joint venture, partisipasi, minoritas, tanah sewa atau hanya mengelola saja. Adapun dana belanja modal yang dianggarkan mencapai Rp1,4 triliun-Rp1,5 triliun pada 2012.

Hingga Juni 2012, perseroan telah merealisasikan belanja modal sekitar Rp500 miliar. Dia mengatakan, sisa belanja modal akan digunakan untuk konsolidasi lahan, konstruksi dan termasuk akuisisi lahan. Terkait marketing sales pada tahun ini, perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp1,5 triliun pada 2012 dari realisasi marketing sales tahun lalu sekitar Rp1,1 triliun. Kontribusi marketing sales tersebut sebagian besar masih ditopang dari proyek mixed uses dan residential. Kontribusi proyek kawasan industri sekitar 15% pada 2012 terhadap pendapatan.

Asal tahu saja, pasar hotel budget terus mengalami tren permintaan pasar cukup tinggi seiring dengan tingginya permintaan pasar wisatawan domestik. Pasalnya, pasar yang ingin dijaring budget hotel adalah pebisnis yang tidak tinggal terlalu lama, hanya satu-dua hari. Biasanya mereka adalah pelaku bisnis yang sering melakukan perjalanan antar kota.

Berebut Pasar Hotel Budget

Oleh karena itu, alasan ini pulalah banyaknya emite properti menggarap hotel budget. Sebut saja, PT Ciputra Property Tbk (CTRP), yang menyisihkan modal Rp 115 miliar tahun ini untuk membangun enam hotel budget. "Dana untuk akuisisi lahan dan membangun hotel budget," kata Direktur CTRP Arthadinata Djangkar di Jakarta.

Untuk terjun di bisnis hotel budget ini, CTRP tak mau tanggung-tanggung sudah menguasai lahan di Bandung, Yogyakarta, Semarang dan Cirebon. Saat ini, perusahaan menjajaki akuisisi lahan di Bengkulu dan Banjarmasin.

Untuk setiap hotel budget ini, CTRP berinvestasi Rp 35 miliar sudah termasuk tanah. CTRP menargetkan, mampu merealisasikan hotel budget mulai 2014 mendatang. Untul tarif hotel budget tersebut, CTRP mematok tarif antara Rp 300.000-Rp 450.000 per malam, tergantung lokasi kotanya.

Tak hanya CTRP, PT Agung Podomoro Land Tbk juga ikut meramaikan industri hotel budget di Indonesia. Perseroan akan membangun hotel budget dengan 200 kamar di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sementara itu Panorama sendiri menargetkan mengelola sekitar 30 hotel budget dalam lima tahun kedepan. Hotel tersebut tidak harus dibangun oleh pihak Panorama, melainkan bisa bekerjasama dengan pihak lain, salah satunya dengan Agung Podomoro. “Investasinya tidak terlalu besar, karena kita tidak perlu membangun hotel untuk mengelolanya, kita akan bekerjasama dengan pihak lokal dan bekerjasama dengan mengelola hotel milik pihak lain, sehingga bisa menekan investasi,” ungkap Budi Tirtawisata, Chief Executive Officer (CEO) Panorama Group.

Langkah yang sama juga dilakulan PT Bakrieland Development Tbk. Tahun ini, Bakrieland merilis budget hotel yang diberi nama Elty Hotel. Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Bakrieland Hiramsyah Sambudhy Thaib bilang, saat ini perusahaan baru ingin mencoba membangun satu hotel budget sebagai prototype. "Ada tiga pilihan lokasi, di Jakarta dan luar Jakarta," ujarnya.

Bukan hanya Bakrieland, PT Metropolitan Land Tbk (Metland) juga berambisi membangun 20 budget sampai lima tahun ke depan. Ini berarti Metland meluncurkan rata-rata empat sampai lima hotel setiap tahunnya. (bani)