Pemerintah Andalkan Pasar Domestik - Genjot Investasi

NERACA

Jakarta – Dalam upaya meningkatkan nilai investasi di dalam negeri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan akan mengandalkan potensi pasar domsetik Indonesia. Hal ini terkait dengan penilaian dari World Economic Forum (WEF) yang menempatkan Indonesia berada di posisi ke 15 dari 142 negera yang disurvei. “Ada satu variabel, yaitu potensi pasar domestik yang peringkatnya selalu konsisten dan selalu tinggi,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana dalam acara pencanangan Zona Integrasi Menuju Wilayah Bebas Korupsi di Gedung Bappenas Jakarta, Senin (10/9).

Berdasarkan survei WEF, kata Armida, potensi pasar domestik Indonesia yang saat ini berada di peringkat ke-15 menjadi keunggulan Indonesia. “Ini yang menjadi unggulan kami, karena potensi pasar domestik kita sekarang ini tidak mengalami pengurangan atau penurunan,” ujarnya.

Lebih lanjut lagi, Armida mengatakan dengan besarnya potensi pasar domestik bisa menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan nilai investasi nasional. “Untuk bisa menarik investasi, banyak faktornya, potensi pasar domestik salah satunya. Karena, dana investasi tersebut nantinya akan digunakan di sektor industri,” ucap Armida.

Selain mengunggulkan potensi pasar domestik, kata dia, pemerintah juga tengah fokus melakukan pembenahan terhadap beberapa komponen daya saing yang mendapatkan penilaian rendah. “Kami akan terus memperbaiki di sektor infrastruktur, birokrasi dan korupsi. Secara nasional, upaya untuk memperbaiki ketiga hal ini sudah ada kebijakan dan strateginya sendiri,” ujarnya

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekenomian Hatta Rajasa mengatakan Indonesia harus mewaspadai lesunya perekonomian dunia dengan membangkitkan dan memanfaatkan pasar domestik serta meningkatkan industri. “Semangat berwirausaha generasi muda harus terus dikembangkan, agar generasi tersebut mampu turut serta dalam program pemerintah Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Melalui program itu, ditargetkan Indonesia akan menjadi negara maju pada tahun 2025 mendatang,” cetusnya.

Hatta menjelaskan melalui program MP3EI diharapkan Indonesia pada 2014 mendatang menjadi bagian dari 12 negara dengan perekenomian terbesar di dunia. Karenanya, penguatan karakter, pemotivasian serta memperluas jaringan antar negara Asean di generasi muda harus dimulai dan dikembangkan dari sekarang. “Menyambut Asean Community 2015 dimana penguatan dan perluasan kerjasama antar negara Asean di bidang ekonomi akan menjadikan pengusaha Indonesia dapat berjualan langsung ke negara-negara Asean tanpa melalui ijin. Untuk itu, bila wirausahawan Indonesia tidak memiliki produk yang bersaing,” katanya. **bari

BERITA TERKAIT

Pemegang Saham Serap Rights Issue MDKA - Bidik Dana di Pasar Rp 1,33 Triliun

NERACA Jakarta - Aksi korporasi yang dilakukan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berupa penerbitan saham baru (rights issue) dengan…

Proyek Tol Bandung-Tasikmalaya Masih Tunggu Pemerintah Pusat

      NERACA   Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunggu aksi pemerintah pusat serta mendorong Kementerian Pekerjaan Umum…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Urbanisasi Bikin Produktivitas Pertanian Menurun

  NERACA   Jakarta - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan fenomena laju urbanisasi di Tanah Air mengakibatkan penurunan…

Bandara Soetta akan Bangun Terminal IV

    NERACA   Tangerang - Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, akan membangun terminal IV untuk menambah kapasitas penumpang. “Saya…

Masih Ada Perusahaan Yang Belum Bayar THR

      NERACA   Jakarta – Meski hari raya lebaran idul fitri telah usai, namun masih ada perusahaan yang…