Bukit Asam Hentikan Eksplorasi Tambang

NERACA

Jakarta - Perusahaan tambang pelat merah, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), akan berhenti melakukan eksplorasi pencarian sumber daya alam selama enam bulan ke depan. Kegiatan pencarian tersebut akan dilanjutkan perseroan pada Maret 2013 mendatang.

Sekretaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono mengatakan, perseroan masih akan melakukan aktivitas eksplorasi pencarian sumber daya alam, namun hanya di wilayah yang telah memperoleh izin eksplorasi.

"Kami menyatakan sampai dengan enam bulan ke depan, perseroan tidak akan melakukan aktivitas eksplorasi pencarian sumber daya alam," kata Joko, melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Senin (10/9). Bukit Asam, lanjut dia, juga membentuk perusahaan patungan (joint venture company/JVC) bernama PT Huadian Bukit Asam Power dengan menggaet China Huadian Hong Kong Company Limited pada 5 September 2012 lalu.

Anak usaha tersebut akan menggarap PLTU 2x620 megawatt (MW) Mulut Tambang Banko Tengah di Muara Enim, Sumatera Selatan. Terkait kepemilikan saham, perseroan menguasai 45%, sementara sisanya 55% dimiliki China Huadian. Perseroan siap menginvestasikan dana sebesar US$178,9 juta atau senilai Rp1,62 triliun.

Sesuai rencana, Huadian Bukit Asam Power akan menyetor modal secara bertahap hingga sebesar US$397,7 juta atau 25% dari total investasi, yaitu US$1,59 miliar atau setara Rp14,3 triliun dengan asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp9.000. Dana tersebut akan dibiayai dari kas internal PTBA sebesar 25% dan sisanya 75% yang sebelumnya diharapkan komitmen dari China Development Bank (CDB).

Sebelumnya, PTBA optimistis realisasi kinerja keuangan tahun ini dapat melampaui target dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2012 dan seiring membaiknya harga batu bara saat ini dan proyeksi harga batu bara ke depan.

Dalam RKAP 2012, PTBA menargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp15 triliun dengan laba bersih senilai Rp3,6 triliun. Asal tahu saja, PTBA akan mengalihkan beberapa ekspor batu bara dari China ke India karena jatuhnya permintaan dari negeri Tirai Bambu tersebut, sementara permintaan dari negeri PM Manmohan Singh malah terus meningkat.

Mengenai kinerja semester I-2012, PTBA mencatat pendapatan sebesar Rp5,79 triliun. Jumlah tersebut meningkat 13% dibandingkan perolehan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,11 triliun. Perolehan tersebut didorong oleh meningkatnya harga jual rata-rata batu bara PTBA menjadi Rp785.043 per ton.

Terkait capital expenditure atau belanja modal, pada paruh pertama 2012 ini perseroan telah menyerap dana sebesar Rp417 miliar. Angka ini sekitar 31% dari total alokasi belanja modal tahu ini yang senilai Rp1,4 triliun. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pabrik Karawang Beroperasi - Softex Bidik Bisnis Tumbuh Double Digit

NERACA Bandung –Mengulang kesuksesan pertumbuhan bisnis di tahun 2019 kemarin, perusahaan prdousen saniter PT Softex Indonesia mematok pertumbuhan bisnis tahun…

Tambah Portofolio Aset - SDI Akuisisi Gedung Milik SCB Rp 20 Miliar

NERACA Jakarta -  Dukung pengembangan bisnisnya, PT Serba Dinamik Indonesia (SDI) mengakuisisi gedung milik PT Surya Cipta Banten (SCB) senilai…

Marak Terbitkan Obligasi - Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 40,7 Triliun

NERACA Jakarta –Pasar obligasi dalam negeri di tahun 2020 masih berpiotensi tumbuh, meskipun dihantui sentimen negatif pasar global. Berkah inilah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Obligasi Global Medco Oversubscribed 6 Kali

NERACA Jakarta – Penerbitan obligasi global milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mendapatkan respon positif dari pelaku pasar. Dimana…

Kembangkan Kendaraan Listrik - Pemerintah Menaruh Asa Divestasi Saham INCO

NERACA Jakarta – Dukungan pemerintah terhadap PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk mengakuisisi 20% divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk…

Tersandung Masalah Hukum - MPRO Batal Akuisisi Anak Usaha Hanson

NERACA Jakarta – Buntut dari disuspensinya perdagangan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…