Bank BUMN Perlu Jaga Pertumbuhan Ekonomi

NERACA

Jakarta—Bank BUMN mengakui pihaknya berusaha untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Karena hal ini sangat penting terkait dengan masa depan Indonesia. “Yang kita harapkan adalah bagaimana kita menjaga momentum positif yang masih berlangsung terkait pertumbuhan ekonomi kita," kata Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Pahala F. Mansury Pahala di Jakarta, Senin.

Lebih jauh Pahala menambahkan dalam tiga triwulan terakhir, Indonesia mencatatkan capaian positif dalam hal pertumbuhan investasi yang selalu berada di atas angka 10 %. "Nah kita harapkan nanti bisa mencapai 11 atau 12 %," tambahnya

Menurut Pahala, Indonesia saat ini berada dalam momentum pembangunan ekonomi yang sangat baik. Di tengah ekonomi dunia yang dilanda ketidakpastian global, serta capaian beberapa negara motor pertumbuhan ekonomi seperti China dan India yang mengalami perlambatan, Indonesia masih mengalami pertumbuhan yang positif. "Pertumbuhan ekonomi kita saat ini dalam kisaran 6,5 %, atau sudah melampaui ekspektasi analis pasar yaitu sekitar 6,2-6,3 %," paparnya

Oleh karena itu, Pahala menyebutkan harus ada upaya-upaya untuk mempertahankan momentum positif tersebut, salah satunya dengan meningkatkan pertumbuhan investasi. Pertumbuhan investasi menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 12,3 %.

Pahala juga berharap dengan IIF 2012 dapat berpengaruh terhadap iklim perbankan di Indonesia. "Kami berharap dengan laju investasi yang menunjang likuiditas di sektor keuangan khusunya perbankan tetap baik, sehingga memungkinkan kami sebagai bank untuk bisa tumbuh secara berkesinambungan," ujar dia.

Sementara itu, menurut Kementerian Koperasi dan UKM Syarief Hasan, salah satu hal yang dapat membuat income per kapita Indonesia naik adalah adanya kegiatan koperasi dan UKM. "Dapat dipastikan dan saya optimistis, income per kapita negara kita bisa tembus USD4.500 per tahun. Hal tersebut juga disebabkan, salah satunya karena kegiatan yang dilakukan oleh pegiat koperasi dan UKM," katanya

Dalam mendukung aktivitas tersebut, Kementerian koperasi dan UKM bekerjasama dengan Indosat meluncurkan Indosat Solusi UKM yang merupakan solusi tepat untuk meningkatkan produktivitas dan pengembangan bisnis bagi usaha kecil dan menengah. "ICT (Information, Communication and Technology) menjadi salah satu kebutuhan utama bagi keberhasilan bisnis UMKM, melalui program ini diharapkan pelaku UKM dapat melakukan efisiensi biaya telekomunikasi hingga 87 persen," ungkap Direktur and Chief Whosale and Infrastruktur Officer Indosat Fadzri Sentosa.

Program ini juga meliputi kegiatan berbagi ilmu dan pengalaman terkait pemanfaatan teknologi informasi untuk pemasaran produk usaha secara online. Kegiatan ini telah dilakukan kepada 1.000 UKM dan koperasi di Tanah Air. **ria

BERITA TERKAIT

Pemerintah Diminta Waspadai Ketidakpastian 2018 - MESKI PERTUMBUHAN EKONOMI 3 TAHUN TERAKHIR POSITIF

Jakarta-Meski pertumbuhan ekonomi dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren cukup positif, pemerintahan Jokowi-JK tetap harus fokus terus membenahi masalah ketimpangan…

Negara Berkembang Paling Pesat Pertumbuhan Belanja Online

    NERACA   Jakarta - Survei terbaru Mastercard menyebutkan, pertumbuhan aktivitas belanja melalui gawai (smartphone) atau "mobile shopping" berkembang…

Nilai Tambah dalam Ekonomi dan Industri

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Lama sudah kita menenggelamkan diri dalam persoalan ekonomi. Kegiatan dan proses…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Oktober 2017.…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BTN Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Indonesia

      NERACA   Jakarta - Setelah berhasil meraih beragam penghargaan atas kinerjanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.…