IHSG Masih Konsisten Lanjutkan Penguatan Kemarin

Selasa, 11/09/2012

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mampu ditutup di zona hijau. Aksi beli jelang penutupan mampu menyelamatkan perdagangan dari tekanan dan fluktuasi indeks sepanjang perdagangan.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, penguatan indeks BEI dipengaruhi spekulasi investor yang mencoba memborong saham yang sudah murah, “IHSG ditutup pada area positif setelah mengalami pergerakan yang cukp 'volatile' (mudah berubah) sepanjang sesi perdagangan Senin" katanya di Jakarta, Senin (10/9).

Dia menambahkan, pergerakan indeks global termasuk IHSG dipengaruhi oleh spekulasi investor bahwa the Fed akan mengeluarkan stimulus karena penambahan "payrolls" lebih sedikit dari yang diproyeksikan. "Penambahan pekerja pada Agustus lalu hanya sebanyak 96.000 orang, jauh dibawah proyeksi yang sebesar 130.000 orang. Sedangkan angka pengangguran turun ke level 8,1% dari 8,3%," ujarnya.

Angka pengangguran yang turun itu, dikatakan dia, bukan disebabkan oleh turunnya jumlah pengangguran tetapi disebabkan oleh banyaknya angkatan kerja yang meninggalkan pasar tenaga kerja, yakni sebesar 368.000 orang.

Berikutnya, dia memproyeksikan indeks BEI Selasa akan kembali bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan menguat di kisaran 4.130-4.183 poin. Beberapa saham pilihan, yakni Astra International (ASII), Alam Sutera (ASRI), Charoen Pokphand (CPIN), Adaro Energy (ADRO), Cowell Development (COWL).

Sebagaimana diketahui, indeks BEI Senin (10/9) awal pekan ditutup naik 16,981 poin (0,41%) ke level 4.160,660. Sementara Indeks LQ45 menguat 4,194 poin (0,59%) ke level 715,700. Dua sektor masih menjadi pemberat bursa, yaitu finansial atau infrastruktur. Sedangkan delapan sektor lainnya sudah berhasil masuk zona hijau. Transaksi di lantai bursa meningkat cukup tinggi akibat aksi tutup sendiri (crossing) saham yang dilakukan oleh Credit Suisse Securities (CS) terhadap saham PT Sarana menara Tbk (TOWR) senilaiu Rp 3,3 triliun.

Transaksi dilakukan satu kali di pasar negosiasi. Sebanyak 328.535 lot sahamnya dijual di harga rata-rata Rp 20.000 per lembar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 99.380 kali pada volume 3,546 miliar lembar saham senilai Rp 7,327 triliun. Sebanyak 95 saham naik, sisanya 131 saham turun, dan 89 saham stagnan.

Pergerakan bursa-bursa di regional masih belum banyak berubah sejak awal perdagangan, akhirnya menutup awal pekan dengan bergerak mixed. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 1.050 ke Rp 20.400, Mayora (MYOR) naik Rp 700 ke Rp 22.900, Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 400 ke Rp 4.700, dan Unilever (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 28.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 900 ke Rp 22.800, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 52.000, Indomobil (IMAS) turun Rp 300 ke Rp 5.600, dan Telkom (TLKM) turun Rp 250 ke Rp 9.400.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup masih di zona hijau dan ditutup naik tipis 3,498 poin (0,08%) ke level 4.147,177. Sementara Indeks LQ45 bertambah 1,759 poin (0,25%) ke level 713,265. Indeks sempat menanjak hingga posisi tertingginya di level 4.161,750 akibat aksi beli selektif tersebut. Tapi aksi ambil untung menjelang penutupan perdagangan memaksa indeks jatuh ke zona merah, hingga ke level 4.131,500.

Mayoritas indeks sektoral di lantai bursa berakhir di zona hijau, tapi empat sektor terkena aksi ambil untung dan berakhir di teritori negatif, yaitu agrikultur, konstruksi, infrastruktur, dan finansial. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 52.627 kali pada volume 1,76 miliar lembar saham senilai Rp 4,97 triliun. Sebanyak 64 saham naik, sisanya 129 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 19.750, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 38.950, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 50.050, dan Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 250 ke Rp 4.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 700 ke Rp 23.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 600 ke Rp 51.900, Bayan (BYAN) turun Rp 400 ke Rp 11.500, dan Telkom (TLKM) turun Rp 200 ke Rp 9.450.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 9,19 poin atau 0,22% ke posisi 4.152,87. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,34 poin (0,33%) ke level 713,84, “Secara teknikal indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melanjutkan penguatan," kata Analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi.

Dia menambahkan, data-data ekonomi AS yang dirilis terutama data "nonfarm payrolls" dan data tingkat pengangguran masih memberikan sentimen positif terhadap pergerakan indeks BEI. Selain itu, lanjut dia, data tingkat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Jepang juga akan memberikan sentimen tambahan terhadap pergerakan indeks BEI.

Tercatat bursa regional di antaranya indeks Hang Seng menguat 61,27 poin (0,31%) ke level 19.863,43, indeks Nikkei-225 turun 15,03 poin atau 0,17% ke level 8.856,62 dan Straits Times menguat 4,07 poin (0,14%) ke level 3.016,49. (bani)