Naik Minat Masyarakat Investasi di Emas

NERACA

Jakarta--Minat masyarakat untuk berinvestasi dalam bentuk emas atau logam mulia di dalam negeri cenderung meningkat. Alasanya hal ini dikarenakan dapat menjaga nilai di tengah perlambatan ekonomi global. "Kondisi ekonomi global cenderung melambat, kondisi itu mendorong investor menempatkan dananya dalam emas, termasuk masyarakat di dalam negeri," kata ekonom Ariston Tjendra di Jakarta,10/9

Menurut Ariston yang juga analis dari PT Monex Investindo Futures ini, terus meningkatnya harga emas didorong dari buruknya data tenaga kerja AS sehingga memicu ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lanjutan oleh the Federal Reserve.

Dikatakan Ariston, harga emas dunia hari ini (9/10) berada di posisi 1.737 dolar AS per ons atau meningkat 34,90 poin (2,05 %) dibanding akhir pekan lalu. "Semakin lama kita berinvestasi emas, semakin bagus. Itu memberikan optimisme bagi investor yang baru mengambil posisi jangka panjang," tambahnya.

Lebih jauh Ariston memperkirakan, harga emas akan meningkat menembus level "resistance" (batas atas) ke posisi 1.760 dolar AS per ons. Apalagi, jika AS melakukan pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE) tahap tiga maka emas akan terus meningkat. "Jika AS melakukan QE maka akan melemahkan dolar AS, dengan begitu investor akan mengalihkan asetnya dalam bentuk emas sehingga akan meningkatkan harga," ucapnya

Sementara itu dari pantauan di lapangan, terlihat harga emas Aneka Tambang hari ini untuk satu gram senilai Rp579.000, meningkat dibanding hari sebelumnya pada Jumat (7/9) lalu sebesar Rp564.000 per gram.

Sedangkan Marketing Manager Logam Mulia Refinery Business Antam, Bambang Wijanarko menilai, masyarakat dalam negeri sudah lebih pintar untuk menempatkan dananya. "Masyarakat di Indonesia memang hanya mengenal menabung di bank, dalam dua tahun terakhir masyarakat sudah mulai berpindah ke dalam bentuk emas," jelasnya

Pada 2010 lalu, dikemukakan Bambang, tercatat sebanyak tiga ton emas terjual ke masyarakat, kemudian pada tahun berikutnya terjadi peningkatan sebesar 100 % menjadi enam ton emas. Sementara, sepanjang semester I 2012 emas sudah terjual sebanyak 3,6 ton. "Masyarakat lambat laun sudah mulai sadar berinvestasi dalam bentuk emas, hal itu dikarenakan emas dapat dijadikan 'hedging' (lindung nilai)," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

J Resources Mengandalkan Kocek Lewat MTN - Danai Konstruksi Tambang Emas

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan konstruksi tambang emas yang dilakukan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mendorong perseroan harus…

Literasi Investasi Mahasiswa Harus Ditingkatkan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor perwakilan Surakarta menyatakan, literasi keuangan dan investasi di kalangan mahasiswa harus ditingkatkan karena sektor…

Karyawan Telkomsel Bangun Jembatan Berdaya - Permudah Akses Masyarakat di Pelosok Garut

Sebagai wujud kepedulian bagi masyarakat sekitar tempat beroperasi, Telkomsel bersinergi bersamaan salah satu komunitas keagamaan karyawan, Majelis Taklim Telkomsel (MTT)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bikin Program Pendidikan, Bank Mandiri Gaet UGM

      NERACA   Jakarta - Bank Mandiri menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam peningkatan kemampuan perbankan…

Genjot DPK, BTN Gelar Program “Super Untung Jaman Now”

      NERACA   Jakarta - Berhasil meraih pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,45% di atas rata-rata industri…

Waspada Bahaya “Jackpotting”

    NERACA   Jakarta - Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Center…