Memilih Pondasi Rumah Yang Tepat

Sabtu, 15/09/2012

NERACA

Memiliki rumah yang nyaman dan aman memang menjadi impian semua orang, namun banyak yang harus kita sadari dan kita perhatikan dalam membangun rumah yang nyaman dan aman.

Tidak hanya kebersihan dan keindahan rumah saja yang bisa membuat hunian kita menjadi nyaman, salah satunya adalah dengan membangun dan memilih bahan bangunan yang kokoh. Tidak hanya itu saja, pondasi rumah pun memiliki kaitan yang sangat penting dalam memberikan kenyamanan.

Kenyamanan sendiri adalah suatu rasa yang dicari semua orang, karena itulah kenyamanan sangat penting dalam sebuah hunian. Meski setiap orang memiliki penilaian yang berbeda-beda, namun tetap saja kenyamanan memiliki standar yang bisa dirasakan setiap orang.

Untuk pertimbangan dalam memilih jenis pondasi memang kita harus melihat semua ornamen yang ada. Jenis dan konsep hunian yang kita inginkan pun harus jelas, hal inilah yang nantinya akan memudahkan kita untuk memilih jenis pondasi rumah yang tepat.

Bila tanah keras dan terletak di kedalaman 2-3 meter maka sebaiknya anda menggunakan jenis pondasi dangkal jenis pondasi jalur atau pondasi strouspile. Pondasi jenis ini lebih mudah dalam pengerjaannya, selain itu juga jenis pondasi ini mudah disesuaikan oleh bentuk bangunannya, umumnya untuk bangunan yang kecil dan ekonomis.

Namun bila kondisi tanah keras berada pada kedalaman hingga 10 meter atau lebih dari permukaan maka jenis pondasi yang digunakan adalah pondasi jenis pondasi tiang minipile dan pondasi sumuran. Pondasi jenis ini sangatlah mengikat, dan memperkuat bangunan yang ada.

Bila tanah keras terletak di kedalaman 20 meter maka jenis pondasi yang dipakai biasanya adalah berupa pondasi tiang pancang atau pondasi bor pile, kedua pondasi jenis ini memang memiliki fungsi yang relatif sama, perbedaannya hanya di tingkat kedalamannya saja. Yaitu agar ujung pondasi menginjak di atas tanah keras.

Pondasi lajur pasangan batu, pondasi ini adalah pondasi yang paling banyak digunakan pada perumahan, rumah pribadi, pondasinya setinggi 80 cm dan lebar sama dengan tingginya. Kelebihan pondasi lajur pasangan batu adalah sangat mudah dalam pelaksanaannya. Waktu pengerjaannya pun relatif cepat, dan bahan-bahan bangunannya pun relatif mudah untuk mendapatkannya, khususnya batu belah di Pulau Jawa. Namun kekurangan pondasi lajur pasangan batu adalah sulitnya diperoleh batu belah pada daerah tertentu, menjadi mahal untuk daerah tertentu dan sangat mahal untuk rumah bertingkat.

Begitu pula dengan pondasi tapak atau pondasi pelat beton setempat, pondasi yang biasa digunakan untuk pondasi gedung bertingkat ini memiliki beberapa kelebihan seperti biaya murah, galian tanah lebih sedikit, untuk bangunan bertingkat lebih handal daripada pondasi lajur. Dan kekurangan pondasi tapak atau pondasi pelat beton setempat ialah harus menyiapkan bekisting atau cetakan dahulu, memakan waktu lama, tidak semua tukang bisa mengerjakan, pekerjaan rangka besi sudah dibuat sejak awal dan diperlukan pengetahuan terhadap ilmu struktur.