Jangan Remehkan Sakit Gigi - Bisa Mengakibatkan Berbagai Penyakit

NERACA

Penyakit gigi dan mulut bisa menimbulkan rasa sakit gigi yang cukup mengganggu, seperti abses gigi, dan kerapuhan tulang, sakit gigi bisa mengakibatkan infeksi melalui aliran darah yang akhirnya merambah ke organ tubuh lainnya.

Masalah utama yang menyebabkan sakit gigi adalah bakteri yang terdapat pada lubang gigi atau infeksi gusi. Infeksi yang terjadi pada gusi dan akar gigi dapat menjalar ke berbagai organ vital dan menyebabkan banyak gangguan kesehatan.

Ratu Mirah Afifah GCClindent., MDSc mengatakan, "Dari pelaksanaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2011, Pepsodent mendapatkan fakta bahwa sebanyak 93,94% pengunjung BKGN mendapatkan tindakan pembersih karang gigi, penambalan, pencabutan, dan perawatan gigi lainnya, tuturnya.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih rentan dengan permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang sebenernya bisa dihindari bila mereka sadar untuk periksa secara rutin.

"Data yang diperoleh Pepsodent ini relevan dengan Riskesdas, bahwa sebanyak 72,3% anak-anak berusia di bawah 12 tahun dan 43,4% orang dewasa mengalami gigi berlubang," ujarnya.

Sedangkan, Ketua Umum PB PDGI, Dr. drg.Zaura Rini Anggraeni, MDS mengatakan, kesehatan gigi mempunyai peran penting dan sebagai gerbang dalam menjaga kesehatan tubuh kita. "Infeksi pada gigi dan gusi dapat menjadi faktor risiko bagi banyak gangguan kesehatan yang sistematis dan kronis seperti inflamasi katup jantung, radang sendi, dan sebagainya. Karena itu kami akan terus-menerus meningkatkan masyarakat untuk memelihara dan memeriksakan gigi dan mulutnya secara rutin untuk mencegah kelainan menjadi parah dan kompleks," tuturnya

Lebih lanjut Prof. Dr. H. Eky S. Soeria Soemantri,drg. Sp.Ort(k), Ketua AFDOKGI mengatakan, "Salah satu anjuran yang perlu dilakukan adalah mengunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk mencegah, mendeteksi secara dini bila ada kelainan dan mendapatkan perawatan gigi segera sebelum keadaan menjadi parah.

Kami juga mengharapkan melalui pelayanan yang diberikan selama BKGN, masyarakat semakin mengenal RSGM yang ada di daerah mereka, sehingga persepsi bahwa memeriksakan diri ke dokter gigi itu menakutkan dan mahal perlahan terkikis.

Data global juga menunjukkan bahwa penyakit gigi dan mulut menjadi masalah dunia yang dapat mempengaruhi kesehatan secara umum dan kualitas hidup. National Institution of Health di Amerika Serikat melaporkan pada tahun 2000 bahwa karies gigi menjadi penyakit kronis yang paling sering diderita anak usia 5-7 tahun yang kasusnya lima kali lebih banyak dibandingkan dengan asma dan tujuh kali daripada demam akibat alergi.

Jika tidak diobati karies gigi terutama pada anak dapat menyebabkan sakit, gangguan penyerapan makanan, mempengaruhi pertumbuhan, dan hilangnya waktu sekolah.

Data terbaru yang dirilis oleh WHO Oral Health Media Centre pada april 2012, memperlihatkan sebanyak 60%-90% anak usia sekolah hampir semua orang dewasa di seluruh dunia memiliki permasalahan gigi.

BERITA TERKAIT

KTP Belum Bisa Jawab Semua Masalah Publik

  Oleh : Sugeng Hermansyah, Pemerhati Masalah Sosial Politik Dalam debat putaran ketiga yang mempertemukan kedua cawapres, KH Ma’ruf Amin…

Pakar Hukum: Hakim Tak Bisa Vonis Bersalah Terdakwa Kasus BMG

Pakar Hukum: Hakim Tak Bisa Vonis Bersalah Terdakwa Kasus BMG NERACA Jakarta - Pakar hukum UI menilai majelis hakim tidak…

Hati-Hati, Jangan Pernah Terjerat Rentenir Online

Oleh: Djony Edward Kehadiran perusahaan pembiayaan berbasis teknologi (financial technology–fintech) di Indonesia berkembang pesat dan sulit dicegah. Baik dari sisi…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Nutrisi Tepat Bisa Cegah Stunting

Debat Pilpres 2019 antara cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno membahas salah satu…

Konsumsi Minuman Manis Tingkatkan Risiko Kematian

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis harus dikurangi jika Anda ingin hidup lebih lama. Studi terbaru menunjukkan minuman manis dapat meningkatkan risiko…

Kacang Terbaik Penurun Kadar Kolesterol

Sebagian orang masih menganggap kacang sebagai makanan asin, berlemak, dan berkalori tinggi. Namun, sejumlah ahli gizi telah menyimpulkan bahwa kacang…