Empat Proyek Infrastruktur Dikebut

Senin, 10/09/2012

NERACA

Jakarta – Ada empat proyek infrastruktur yang sedang dikebut pemerintah. Alasanya pada 2013, Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooporation (KTT APEC). "Sebelum APEC itu harus selesai, kami, para dinas perhubungan dan yang berkepentingan harus mempresentasikan mengenai progres kami," kata Public Relations Officer PT Jasa Marga Bali Tol, Drajad H Suseno di Jakarta,

Menurut Drajat, pihaknya saat ini sedang menyelesaikan perluasan Bandara Internasional di Bali. “Sekarang sedang ada renovasi perluasan Bandara Ngurah Rai sekarang sedang konstruksi, yang kedua adalah jalan tol Nusa Dua (di atas laut) harus selesai sebelum APEC," ujarnya

Lebih jauh kata Drajat, pembangunan Underpass Dewa Ruci pun sedang dikebut penyelesaian konstruksinya. "Yang ketiga adalah underpass Dewa Ruci dan yang keempat adalah lokasi penyelenggaraan APEC itu, yaitu Conference Hall (Nusa Dua)," tambahnya.

Dikatakan Drajat, Khusus untuk Jalan Tol Nusa Dua-Tanjung Benoa, proses konstruksi memasuki minggu ke-27. Perkembangan konstruksi masih mencapai 25%. Sedangkan penyelesaian proyek ini ditargetkan pada minggu ke-61 atau bulan April tahun depan. "Progresnya 25%, nanti pada 75% progressnya akan tercatat pada minggu ke-46, diharapkan pada April 2013 semua akan 100%. Dan akan mulai beroperasi untuk publik pada Juli 2013," paparnya.

Namun Drajat mengeluhkan pihaknya sempat mendapatkan protes dari sekelompok pecinta lingkungan, namun ia enggan menyebutkan nama organisasinya. "Beberapa hari ini kami dapat gangguan. Jadi ada beberapa kelompok orang, dia memprotes masalah penebangan mangrove," imbuhnya

Drajat mengataka mereka memprotes karena penebangan hutan mangrove itu dinilai tidak seusai Analisi Mengendai Dampak Lingkungan (AMDAL). "Padahal kami sesuai AMDAL dan sudah mendapat izin dari Kementerian Kehutanan," cetusnya

Bahkan sambung Drajad, dalam izin yang didapat Jasa Marga Bali Toll, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan sebanyak 2,3 hektar lahan mangrove boleh ditebang di 3 lokasi yaitu Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Tanjung Benoa. Namun kenyataanya hanya 1,5 hektar yang terpakai. "Selama ini yang diizinkan oleh Kemenhut adalah untuk menebang 3 wilayah, Nusa Dua, Ngurah Rai dan Tanjung Benoa itu 2,3 hektar. itu yang kami diijinkan, faktanya juga sampai 1,5 hektar. Kami cinta lingkungan hidup," tegasnya.

Pihaknya berjanji akan menanam kembali atau reboisasi pohon-pohon mangrove setelah proses konstruksi proyek selesai. Drajad menambahkan, walaupun sempat terganggu, proses konstruksi masih berjalan sesuai target yang telah direncanakan. "Tapi konstruksi kami jalan terus, April diharapkan 100% konstruksi selesai," pungkasnya.

Seperti diketahui Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa sepanjang 10 Km di Bali sedang tahap konstruksi. Hingga awal September 2012 progres fisik pembangunan proyek tol senilai Rp 2,3 triliun itu telah mencapai 32,4%.**