Bank Boleh Layani Tabungan DP KPR

Senin, 10/09/2012

NERACA

Jakarta--Bank Indonesia membolehkan perbankan memberikan layanan tabungan uang muka atau "down payment" Kredit Pemilikan Rumah, yaitu tabungan yang khusus disiapkan untuk dana uang muka kredit perumahan, untuk menyiasati kebijakan BI menaikkan batas uang muka KPR 30 %. "Saya rasa itu bisa saja, sehingga pada waktu peminjaman, yang terjadi sebesar 70 % dari “loan value”,” Direktur Eksekutif Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Mulya E Siregar di Jakarta.

Menurut Mulya, langkah tersebut juga bias meminimalkan kemungkinan terjadinya kredit macet. “Hal ini berdampak terhadap kemungkinan kredit menjadi macet yang semakin kecil," tambahnya

Sebelumnya, Mulya pernah mengungkapkan keluarnya pengaturan Loan to Value (LTV) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Uang Muka Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) bakal berdampak pada perlambatan ataupun penurunan bisnis.

Namun, kata Mulya lagi, Bank Indonesia (BI) menilai ada sejumlah hal yang bisa diupayakan untuk menghadapinya. "Perubahan adalah kondisi yang harus dihadapi oleh setiap pelaku bisnis. Kemampuan menyesuaikan diri menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha," ucapnya

Mulya menyebut tiga hal yang bisa dilakukan industri perbankan, perusahaan pembiayaan, industri otomotif, dan real estate dapat melakukan penyesuaian paska kehadiran peraturan baru ini.

Pandangan Mulya, setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan industri perbankan, perusahaan pembiayaan, industri otomotif, dan real estate dapat melakukan penyesuaian paska kehadiran peraturan baru ini. “Pertama, perbankan dan perusahaan pembiayaan melakukan efisiensi, meningkatkan pelayanan, dan menyesuaikan harga atau suku bunga,” ungkapnya.

Lalu, lanjut Mulya, pengusaha real estate bias mengembangkan tipe rumah kecil. Harga rumah tipe kecil lebih terjangkau dibandingkan rumah ukuran besar atau di atas 70m2. Data menunjukkan, permintaan kredit tertinggi ada pada segmen rumah bertipe kurang dari 70m2. Pada tipe ini pula kekurangan pasokan rumah mayoritas terjadi. Dan tipe ini tidak dikenai ketentuan LTV. "Rumah mewah dan tipe di atas 70m2 masih tetap dapat dibangun untuk konsumen yang memang memiliki kemampuan memenuhi ketentuan LTV 70 persen," tukasnya

Salah satu bank yang tengah mengkaji layanan tabungan "down payment" (DP) KPR yakni BCA. Kajian atas layanan tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan KPR. "Kami secara khusus memang belum memiliki produk tersebut (tabungan DP KPR), karena saat ini masih dalam kajian. Nantinya tujuan layanan itu agar lebih banyak yang bisa mengambil kredit KPR," kata Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja di Jakarta.

Sementara itu Direktur Utama BNI Gatot Mudiantoro Suwondo saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan melayani tabungan DP KPR, tidak menampiknya, namun tidak juga mengiyakan. "Kalau BNI prinsipnya memfasilitasi kebutuhan perkreditan nasabah yang sesuai dengan kemampuannya. Jangan sampai hidup lebih besar pasak dari pada tiang," imbuhnya

Sebelumnya, seiring dengan pembatasan uang muka kredit kendaraan bermotor, bank sentral juga menerbitkan aturan yang membatasi Loan to Value (LTV) KPR bank konvensional sebesar 70 % untuk tipe rumah di atas 70 meter persegi. Dengan aturan tersebut, maka debitor KPR harus membayar minimal uang muka sebesar 30 % dari total kredit. BI menyatakan tujuan diberlakukan aturan tersebut untuk meningkatkan prinsip kehati-hatian bagi perbankan dalam memberikan kredit pemilikan rumah. **ria/cahyo