IPO Waskita Terlaksana di Akhir Tahun Ini

NERACA

Jakarta - PT Waskita Karya (Persero), salah satu perusahaan infrastruktur pelat merah, memprediksi pelaksanaan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dilakukan pada kuartal IV-2012 mendatang. Perseroan akan melepas sahamnya ke publik sebanyak 35%. Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Choliq menjelaskan, supaya pelaksanaan IPO tersebut terealisasi, maka dibutuhkan Peraturan Pemerintah (PP), yang saat ini tengah dikaji.

“IPO kami perkirakan paling cepat akhir November hingga awal Desember 2012. Tapi kan mesti menunggu PP. Kami juga berharap dalam waktu dekat (PP) sudah bisa keluar," kata Choliq di Jakarta, Jumat (7/9), pekan lalu. Menurut dia, PP sangat dibutuhkan karena untuk mengembalikan status perseroan menjadi perusahaan badan usaha milik negara (BUMN).

Selama ini, lanjut dia, Waskita Karya berada di bawah naungan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero). Dengan berubahnya status perseroan menjadi BUMN ini pun dilatarbelakangi masalah keuangan yang dihadapi Waskita Karya pada 2008 lalu. Oleh sebab itu, perlu dilakukan restrukturisasi dan revitalisasi melalui PPA.

Restrukturisasi dan revitalisasi perseroan tersebut dilakukan dengan penambahan modal oleh PPA sebesar Rp475 miliar, sehingga kepemilikan Waskita Karya menjadi 99% oleh PPA dan 1% milik negara. Choliq pun memperkirakan, dana hasil IPO sekitar Rp1 triliun ini akan digunakan untuk pengembangan bisnis.

“Bisnis yang akan kami kembangkan antara lain bisnis properti, minihydro, dan beton precast sekitar 45%. Sementara yang 55% untuk modal kerja guna mendukung pertumbuhan usaha jasa konstruksi,” tambah dia. Seperti diketahui, tiga BUMN sekuritas, PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas, dipercayakan menjadi penjamin emisi (underwriter) IPO Waskita Karya.

Sebelumnya telah diberitakan, memasuki semester II-2012, belum ada satu pun BUMN yang melakukan IPO. Namun demikian, pemerintah tetap optimis hampir seperempat kapitalisasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah sumbangan dari perusahaan-perusahaan pelat merah. Meskipun BUMN yang tercatat di papan bursa jumlahnya hanya 18 perusahaan.

Deputi Menteri BUMN Bidang Privatisasi dan Perencanaan Strategi Kementerian BUMN, Pandu Djajanto mengklaim, dari 18 BUMN yang sudah melakukan IPO saat ini, seluruhnya merupakan perusahaan berkapitalisasi besar sehingga leading (memimpin) di pasar modal. “Emiten BUMN masih menjadi leading market kapitalisasi pasar modal,”katanya, beberapa waktu lalu.

Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito menambahkan, pihaknya sangat berharap seluruh perusahaan BUMN listing di pasar modal Indonesia. Ito lalu mencontohkan Malaysia, yang seluruh perusahaan negaranya wajib masuk ke pasar modal negeri Jiran itu.

“Tidak masalah apakah perusahaan itu sedang sakit atau tidak. Nah, kalau di Indonesia jumlah privatisasi yang dilakukan sejumlah perusahaan pelat merah selama 18 tahun terakhir sangat minim, tak lebih dari 18 BUMN,” keluh dia. [ardi]

BERITA TERKAIT

Diamon Patok Harga IPO Rp 915 Persaham

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Diamond Food Indonesia Tbk akan menggelar penawaran umum perdana atau…

Diburu Banyak Nasabah - Hanson Gagal Bayar Balikkan Pinjaman Individu

NERACA Jakarta- Pasca ditahan dan ditetapkannya komisaris utama PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro sebagai tersangka kasus korupsi PT…

Marak Saham Gorengan - DPR Kritisi dan Evaluasi Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar premi PT Asuransi Jiwasraya hingga menuai kerugian besar lantaran terjebak investasi saham lapis tiga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pabrik Karawang Beroperasi - Softex Bidik Bisnis Tumbuh Double Digit

NERACA Bandung –Mengulang kesuksesan pertumbuhan bisnis di tahun 2019 kemarin, perusahaan prdousen saniter PT Softex Indonesia mematok pertumbuhan bisnis tahun…

Tambah Portofolio Aset - SDI Akuisisi Gedung Milik SCB Rp 20 Miliar

NERACA Jakarta -  Dukung pengembangan bisnisnya, PT Serba Dinamik Indonesia (SDI) mengakuisisi gedung milik PT Surya Cipta Banten (SCB) senilai…

Marak Terbitkan Obligasi - Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 40,7 Triliun

NERACA Jakarta –Pasar obligasi dalam negeri di tahun 2020 masih berpiotensi tumbuh, meskipun dihantui sentimen negatif pasar global. Berkah inilah…