IHSG Awal Pekan Rally Lanjutkan Penguatan

Senin, 10/09/2012

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin ditutup menguat 40,82 poin atau 0,99 persen ke posisi 4.143,68. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 7,98 poin (1,13 persen) ke level 711,51. Penguatan indeks ini melanjutkan penguatan diawal perdagangan dan sesi pertama yang juga ditutup menguat.

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, penguatan indeks akhir pekan seiring dengan pengumuman rencana detail tentang pembelian surat utang oleh ECB, “Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa pembuat kebijakan setuju untuk melakukan pembelian surat utang tanpa batas untuk mendapatkan kontrol atas suku bunga di kawasan Eropa,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, keputusan itu merupakan yang paling agresif di antara keputusan yang pernah diambil ECB dalam menangangi krisis Eropa sejak tiga tahun lalu. Program ECB akan menargetkan pembelian obligasi bertenor 1-3 tahun.

Dari AS, kata dia, data ekonomi AS juga memberikan sentimen positif. Perusahaan di AS juga menambah pekerjanya lebih banyak dari perkiraan awal,”Klaim tunjangan pengangguran turun ke level 365.000 atau terendah dalam 1 bulan. Selain itu, industri jasa di Amerika bulan Agustus tumbuh lebih tinggi dari perkiraan,"ungkapnya.

Dia memperkirakan, mengawali pekan depan diproyeksikan IHSG akan kembali mencoba menembus level batas atas (resistance) di 4.149 poin, “Jika tembus level itu, kemungkinan 'rally' akan dapat berlanjut untuk jangka pendek menuju 4.200 poin. Sebaliknya jika gagal, kemungkinan pasar akan melakukan 'profit taking' dalam beberapa hari mendatang," ujarnya.

Sentimen positif Eropa membuat pelaku pasar makin semangat berburu saham. Sektor konsumer dan manufaktur mencatat penguatan tertinggi. Perdagangan berjalan lebih ramai dari hari sebelumnya dengan frekuensi transaksi mencapai 118.556 kali pada volume 4,14 miliar lembar saham senilai Rp 3,98 triliun. Sebanyak 158 saham naik, 85 saham turun, dan sisanya 95 saham stagnan.

Pergerakan bursa-bursa di Asia tidak banyak berubah sejak awal perdagangan, masih berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan. Termasuk bursa Singapura yang kemarin ditutup melemah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho Pharmaceutical Indonesia naik Rp 13.000 ke Rp 238.000, Unilever (UNVR) naik Rp 900 ke Rp 28.000, Inti Bangun (IBST) naik Rp 775 ke Rp 4.400, dan Mayora (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 22.200

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Waran Solusi Tunas Pratama (SUPR-W) turun Rp 400 ke Rp 500, Solusi Tunas Pratama (SUPR) turun Rp 350 ke Rp 4.400, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 350 ke Rp 11.900, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 250 ke Rp 6.750.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup 45,949 poin (1,12%) ke level 4.148,806. Sementara Indeks LQ45 menanjak 8,712 poin (1,24%) ke level 712,243. Selama ini investor menahan diri untuk bertransaksi karena situasi ekonomi dunia belum kondusif gara-gara krisis utang Uni Eropa. Setelah ada janji dari ECB untuk melakukan segala daya upaya melawan kriris tersebut, investor langsung mulai berburu saham.

Indeks sama sekali tidak menyentuh zona merah pada perdagangan sesi I. Posisi tertinggi yang bisa diraihnya di posisi 4.151,552. Seluruh sektor di lantai bursa pun menghijau akibat aksi beli ini. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 63.309 kali pada volume 2,275 miliar lembar saham senilai Rp 1,952 triliun. Sebanyak 141 saham naik, sisanya 73 saham turun, dan 91 saham stagnan.

Saham yang mengalami kenaikan Jumat ini diantaranya, Bumi Resources (BUMI) naik Rp40 ke Rp730, Astra International (ASII) naik Rp100 ke Rp7.100, dan Media Nusantara Citra (MNCN) naik Rp50 ke Rp2.275.

Sementara saham yang melemah, Pyridam Farma (PYFA) turun Rp16 ke Rp174, Pelat Timah Nusantara (NIKL) turun Rp5 ke Rp205, Malindo Feedmill (MAIN) turun Rp30 ke Rp1.390.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 28,73 poin atau 0,70% ke posisi 4.131,59. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 7,31 poin (1,31%) ke level 710,84, “Bursa Asia pagi dibuka menguat memfaktorkan penguatan signifikan bursa global kemarin. Penguatan bursa global didorong dari ECB yang mengumumkan akan melakukan program pembelian obligasi di Uni Eropa tanpa limitasi jumlah dana," kata analis Samuel Sekuritas Adrianus Bias.

Dia menambahkan, ECB akan melakukan pembelian obligasi negara-negara Uni Eropa dengan tenor 1-3 tahun di pasar sekunder untuk menjaga suku bunga efektif tetap rendah. Yield SUN Italia, Spanyol dan Prancis terkoreksi signifikan memfaktorkan sentimen ini.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi menambahkan, hasil rapat ECB mengenai kebijakan moneternya terutama detail rencana pembelian obligasi negara-negara yang bermasalah di zona Euro memberikan sentimen positif terhadap pergerakan indeks BEI. "Pasar global menyambut positif hasil keputusan ECB," katanya.

Pada perdagangan Jumat, kata dia, secara teknikal indeks BEI akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat di kisaran 4.060-4.130 poin. Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 342,95 poin (1,79%) ke level 19.552,25, indeks Nikkei-225 naik 142,05 poin (1,65%) ke level 8.823,49, dan Straits Times menguat 17,60 poin (0,62%) ke level 3.006,70. (bani)