LPBD KUMKM Salurkan Rp2,033 Triliun

NERACA

Jakarta-- Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mengungkapkan telah menyalurkan dana sekitar Rp 2,033 triliun kepada 1.208 mitra sejak September 2008 hingga 31 Juli 2012. “Penyaluran dana bergulir diserap oleh koperasi sekunder dan primer langsung sebesar 78,06%, kepada Non-Koperasi yakni Perusahaan Modal Ventura (PMV) sebesar 8,90%, mitra Perbankan sebesar 10,38%, serta UKM Strategis sebesar 2,65%,” kata Dirut LPDB-KUMKM, Kemas Daniel di Jakarta

Menurut Kemas, soal bunga pinjaman, LPDB-KUMKM memasang bunga yang sangat rendah yakni 6% per tahun (sliding) untuk koperasi sektor riil, serta 9% per tahun (sliding) untuk koperasi sektor simpan pinjam. “LPDB-KUMKM sejalan dengan program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan daya saing ekonomi rakyat serta pengembangan ekonomi nasional,” tambahnya.

Lebih jauh kata Kemas, saat ini LPDB menfokuskan pada peningkatan peran Dinas Koperasi dan UKM Dalam Penyaluran Dana Bergulir. “Makanya, kita sosialisasikan program dan terobosan LPDB-KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM untuk diketahui dan dipahami oleh para stakeholder, maupun pihak-pihak terkait,” terangnya.

Dikatakan Kemas, LPDB-KUMKM berusaha memperoleh umpan balik dari dinas maupun badan yang membidangi KUMKM provinsi seluruh Indonesia. Umpan baliknya terdiri dari beberapa hal penting, yakni mengenai penanganan mitra-mitra yang mengalami keterlambatan dalam membayar dan memposisikan kembali (re-positioning) fungsi dan peran Dinas terhadap LPDB-KUMKM.

Namun demikian, Kemas mengaku ada beberapa kendala dihadapi, antara lain adanya mitra-mitra yang bermasalah dalam pengembalian dana pinjaman/pembiayaan dana bergulir. “Serta adanya ketidaksepahaman mengenai eksistensi LPDB-KUMKM dari kepala dinas dan badan yang membidangi KUMKM di provinsi. Oleh karena itu, sosialisasi pengelolaan dana bergulir diadakan dengan kepala dinas atau badan yang membidangi KUMKM provinsi di seluruh Indonesia sehingga tercipta kesamaan paham di antara masing-masing pihak,” tukasnya

Selain mengadakan sosialisasi pengelolaan dana bergulir di hadapan kepala dinas atau badan yang membidangi Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) di provinsi dengan menghadirkan narasumber terkait, diadakan pula penyampaian opini atau ekspose kepada kepala dinas yang berlangsung secara interaktif.

Peserta diberikan kesempatan untuk dapat menanyakan hal-hal yang kurang dipahami dan mengerti terkait dana bergulir LPDB-KUMKM dan penyalurannya, sehingga pada akhirnya terjadi kesepahaman terkait pengelolaan dana bergulir LPDB-KUMKM. “Kriteria Dinas Kabupaten/Kota yang terpilih, dilihat dari beberapa poin di antaranya daerah kabupaten/kota dari jumlah mitra LPDB-KUMKM terbanyak, daerah kabupaten/kota dari jumlah mitra LPDB-KUMKM yang bermasalah dan posisi kabupaten/kota yang belum pernah ada penyaluran dana bergulir,” pungkasnya. **rin

BERITA TERKAIT

Bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan - Indah Kiat Salurkan Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda

Masih dalam rangka peduli kemanusiaan terhadap korban musibah tsunami di Selat Sunda akhir tahun 2018 kemarin, industri Asia Pulp &…

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

SMF Berencana Terbitkan Surat Utang Rp9 Triliun

  NERACA   Jakarta - BUMN pembiayaan sekunder perumahan PT. Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) berencana menerbitkan surat utang dengan…

Tingkatkan Investasi, Bank Mandiri akan Pertemukan Investor

    NERACA   Jakarta - Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas dan Jefferies akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019,…

Bank NTB Syariah Gandeng Telkomsel

  NERACA   Mataram - Perseroan Terbatas Bank NTB Syariah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi PT Telekomukasi Seluler (Telkomsel) untuk memperkuat…