Gandeng China, Bakrie Pipe Bangun Pabrik Pelapis Pipa

Anggarkan Investasi US$ 25 Juta

Jumat, 07/09/2012

NERACA

Jakarta - PT Bakrie Pipe Industries (BPI) yang merupakan anak usaha PT Bakrie and Brother Tbk (BNBR) menginvestasikan sekitar US$ 15-25 juta untuk pembangunan pabrik pelapis pipa (Coated Pipes) di Lampung. Rencananya, pabrik diperkirakan selesai dibangun dan siap beroperasi pada tahun 2013

Chief Executive Operation BPI, Mas Wigrantoro mengatakan rencana pembangunan pabrik baru ini seiring dengan tingginya permintaan coated pipes oleh sektor migas di Indonesia, bahkan kawasan Asia Pasifik, “Untuk membangun pabrik pelapis pipa, kita bekerjasama dengan China Petroleum Pipeline Coating Engineering Co. Ltd (CPPCE),”katanya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, dengan hadirnya pabrik hasil patungan ini diyakini akan direspon positif oleh pelaku industri migas. Permintaan coated pipes diperkirakan tumbuh lebih 12%. Pertumbuhan ini diharapakan akan terus terjadi hingga tiga sampai lima tahun ke depan, seiring meningkatnya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumur-sumur minyak dan gas baru, maupun rencana pembangunan jasa distribusi minyak bumi dan gas nasional.

Sementara bagi CPPCE, kerja sama dengan grup Bakrie ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam rangka penetrasi ke pasar ASEAN, Timor Timur, Papua New Guinea dan Australia. Setelah Letter of Intent ini, keduanya siap membentuk tim dalam tugasnya melakukan kajian lebih rinci baik secara teknologi, legal keuangan, organisasi, dan operasional. "Dalam waktu enam bulan sejak ditandatanganinya kerja sama ini, perusahaan patungan sudah dapat didirikan," ungkapnya.

Tekan Biaya Produksi

Selain itu, kata Mas Wigrantoro, dengan pembangunan pabrik pelapis pipa tersebut, pihaknya memiliki keuntungan. Pasalnya, biaya produksi bisa BPI tekan 12% karena pipa tidak perlu dikirim ke luar negeri untuk dilakukan proses pelapisan, “Selama ini BPI kalau coating ke perusahaan lain. Dengan adanya pabrik tentu akan ada efiensi sekitar 12%," katanya.

Berlokasi di Lampung, pabrik ini memiliki kapasitas produksi 600 ribu m2-800 ribu m2. Tahap awal pabrik yang menjadi anak usaha BPI siap menampung pipa-pipa hasil produksi perseroan. "Captive market dari pabrik ini ya 30 ribu ton hasil produksi kita. Selama ini BPI belum punya coating," tuturnya.

Sementara CEO BNBR Bobby Gafur Umar menambahkan, Lampung menjadi pilihan dari alternatif lain yang diajukan BPI di Bekasi. Selatan Sumatera ini merupakan lokasi yang paling ideal dalam rangka pembangunan coating plant. "Lokasi ini strategis karena langsung persis laut dan ada di kawasan industri pipa lainnya, hingga memudahkan dalam perdagangan,"paparnya.

Ke depan tentu pabrik akan lebih banyak menerima pesanan pelapisan pipa dari pihak ketiga yang jumlahnya mencapai 120 ribu ton. "Potensi pasar nasional untuk pipa berstandar API tahun ini mencapai 120 ribu ton, dan naik 10%-12% per tahunnya," ucapnya.

Xima Jun, CEO China Petroleum Pipeline Coating Engineering Co. Ltd menyebut kerja sama strategis dalam pendirian pabrik menguntungkan keduabelah pihak. "Bisnis ini adalah saling melengkapi, BPI bisa mendapatkan pabrik coating pipa. Kita juga dapat akses ke pasar Asean dan Australia," imbuhnya. (bani)