Penurunan Daya Saing Tak Ancam Investasi

NERACA

Jakarta—Pemerintah yakin penurunan indeks daya saing Indonsia dalam laporan World Economic Forum (WEF) takkan mengancam masuknya arus investasi. "Itu (penurunan daya saing) tentu tidak mengancam, tidak akan langsung mengancam investasi seperti itu," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Kamis.

Dalam laporan terbaru Global Competitiveness 2012-2013 World Economic Forum (WEF) menyatakan, daya saing Indonesia untuk 2012-2013 menempati peringkat ke-50 dari 144 negara, turun dibanding tahun lalu di posisi ke-46. Laporan WEF yang dilansir tersebut didasarkan pada data yang tersedia untuk umum dan survei pada 15.000 pemimpin bisnis di 144 negara.

Namun demikian Hatta mengakui pemerintah merasa prihatin dengan adanya laporan tersebut, terlebih lagi yang menjadi penyebab turunnya daya saing Indonesia ternyata terkait dengan pelayanan publik. "Kita patut prihatin dengan laporan itu, dan ini sesuatu yang memang menjadi pekerjaan rumah, terutama yang disoroti itu adalah masalah pelayanan publik, masalah birokrasi dan itu jadi pekerjaan besar kita sekarang ini," ujarnya.

Untuk itu, sambung Hatta, pemerintah akan melakukan suatu improvement atau program-program yang disebut dengan birokrasi yang efisien, yang melayani bukan yang menghambat atau yang koruptif. "Jadi dalam menyikapi laporan tersebut pemerintah berorientasi agar pelayanan publik bisa lebih cepat, tanggap, responsif, sehingga penting bagi kita untuk memiliki aparatur yang mempunyai kualifikasi profesionalisasi yang tinggi," jelasnya

Hatta mengakui, penurunan daya saing memang memiliki keterkaitan terhadap investasi, namun hal ini perlu cepat diperbaiki agar iklim investasi di Indonesia tidak terganggu. "Saya tidak ingin ketika investasi kita saat ini sedang bagus-bagusnya diganggu dengan hal seperti itu, jadi kita perlu introspeksi diri, semua harus bekerja keras, terutama di daerah, karena ujung-ujungnya pelayanan publik ada di daerah, kabupaten, provinsi dan sebagainya," ujarnya.

Menurut Hatta, saat ini Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi, jadi orang tidak akan menurunkan minatnya berinvestasi di Indonesia karena memang Indonesia menjadi negara tujuan investasi yang baik. "Sekalipun memang di dalam 'doing business' itu kadang-kadang lambat, terutama di pelayanan, ini yang memang pada akhirnya kita harus melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh," pungkasnya.

Ditempat terpisah, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pemerintah akan melakukan langkah pengamanan untuk mengantisipasi dampak krisis ekonomi dunia terhadap Indonesia demi memperkuat perekonomian domestik. "Terkait dengan langkah-langkah memperkuat perekonomian domestik, kami akan selalu menjaga agar dampak ekonomi dunia kepada Indonesia dapat kami antisipasi dengan melakukan pengamanan ketika melakukan perubahan APBN 2012," ungkapanya

Menurut Agus, salah satu langkah antisipasi yang akan dilakukan pemerintah adalah penghematan penggunaan anggaran. "Kami akan melakukan penghematan dengan memotong anggaran-anggaran dari kementerian dan lembaga, khususnya untuk program-program yang kurang prioritas," ucapnya. **bari

BERITA TERKAIT

Freeport Tak Perlu Negosiasi - Oleh Edy Mulyadi : Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Gaduh pemberitaan soal divestasi PT Freeport Indonesia (PT FI) publik jadi bingung. Para menteri yang merasa terkait dengan perkara ini…

Pemprov Jabar Tak Bekukan Transportasi Online

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menegaskan pihaknya tidak pernah membekukan operasional angkutan transportasi dalam jaringan atau daring/online di wilayah itu…

Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi - Penanaman Modal di Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tujuh Pembangkit Diresmikan - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Di NTB dan NTT

NERACA Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tujuh proyek pembangkit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa…

Luhut Sebut Ada Kesempatan Tingkatkan Peringkat Investasi

  NERACA Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menyatakan adanya peluang peningkatan peringkat layak investasi (investment grade)…

Mesin Taiwan Mampu Hemat 30%

  NERACA Cikarang - Taiwan mulai fokus untuk memproduksi mesin mesin dengan teknologi tinggi namun dengan harga yang cukup rendah,…