Restrukturisasi Ganjal Porses IPO Semen Baturaja

Restrukturisasi Ganjal Porses IPO Semen Baturaja

Jakarta--Proses initial public offering (IPO) PT Semen Baturaja (Persero) pada 2011 tampaknya takkan mulus. Alasannya PT Semen Baturaja diminta melakukan restrukturisasi terhadap aset-asetnya, diantaranya tanah yang sebelumnya menjadi milik BUMN lain. "Masih ada yang dibenahi, lebih ke internal," kata Deputi Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN Pandu Djajanto di Jakarta,(15/4)

Saat ditanyakan lebih jauh soal masalah internal, Pandu mengatakan masalah aset-aset tanah, termasuk di beberapa BUMN lainnya. "Ya, intinya masalah RDI, masalah tanah, pelabuhan, kereta api," tambahnya.

Pandu menambahkan, banyak kegiatan usaha perseroan yang berada diatas tanah BUMN lain. Ini menjadi concern pemerintah dalam hal restrukturisasi aset yang ada, sehingga saat ditawarkan Semen Baturaja adalah BUMN yang layak jual. "Seperti di Lampung ada tanah yang dipakai, itu milik Pelindo. Di Palembang, milik Kereta Api (PTKA). Ini yang harus dibereskan," terangnya.

Diakui Pandu, masih memungkinkan pekerjaan rumah ini dirampungkan pada tahun ini, dan kemudian dilanjutkan dengan permohonan izin IPO ke Bapepam-LK dan BEI. "Memang ini bukan hal mudah. Kita masih menunggu," katanya.

Sebelumnya memang terdengar kabar santer, Kementerian BUMN mennsinyalir, penawaran saham perdana ke publik (IPO) PT Semen Baturaja bakal terlambat dari rencana sebelumnya, yakni kuartak III tahun ini. "Makan waktu. Kalau mereka bisa persiapkan tahun ini sesuai target, bisa tahun ini. Kalau tertunda tahun depan, silakan. Kan kita juga tidak bisa patok tahun ini, takut dari segi persiapan mereka tidak bisa," ungkap Menteri BUMN Mustafa Abubakar minggu lalu.

Namun Mustafa enggan menjelaskan kendala apa yang menghalangi IPO Baturaja. Menurutnya, masalahnya hanya pada persiapan saja. "Kita ikut saja. Yang jelas sudah kita programkan tahun ini," katanya.

IPO Semen Baturaja sendiri awalnya diniatkan untuk meraih Rp 1 triliun lewat pelepasan 30% saham.Sementara itu, rencana privatisasi BUMN lainnya pun tak jelas. Setelah sebelumnya sempat menyatakan akan menyiapkan sejumlah BUMN untuk IPO pada 2011, Mustafa kini menyatakan belum ada lagi yang sanggup untuk IPO. "Belum ada lagi. Kita kan memang ingin sebanyak mungkin dalam tiga tahun ini. Kalau ada yang memanfaatkan, itu bagus. Tapi kita tidak bisa memaksakan," ujar Mustafa.

Sementara itu, rencana IPO PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, menurut Mustafa, masih tetap menunggu rampungnya holding (induk usaha) BUMN perkebunan.

Sebelumnya, beberapa anak usaha BUMN lain juga dikabarkan siap privatisasi. Adalah salah satu anak usaha PT Krakatau Steel dan PT Pertamina Hulu Energi (OHE) yang dikatakan sedang dipersiapkan untuk menjual sahamnya.

Sampai kini, BUMN yang IPO pada tahun ini baru PT Garuda Indonesia Tbk. Padahal, pada awal 2011, ada beberapa BUMN yang disebutkan akan diprivatisasi. Selain Semen Baturaja, BUMN yang sempat disebutkan Mustafa akan go public merupakan PT Sarana Karya, PT Primissima, dan PT Kertas Padalarang.

"Mereka juga punya kesempatan untuk memanfaatkan obligasi, karena rata-rata dengan banyaknya koridor ini banyak membutuhkan investasi. Kalau tidak ada IPO, mungkin bond lebih prioritas bagi mereka. Ya, kita persilakan mereka untuk memilih," pungkas Mustafa. **cahyo

Related posts