Gaikindo Optimis Bisa Jual 1 Juta Mobil di 2012

Terganjal Kenaikan Uang Muka

Jumat, 07/09/2012

NERACA

Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimis penjualan mobil hingga akhir tahun ini bisa mencapai 1 juta unit meskipun ada hambatan seperti kenaikan uang muka sebesar 30%.

Ketua Umum Gaikindo, Sudirman MR mengatakan penjualan pada Agustus yang mengalami penurunan sampai 30-35%, yakni sekitar 77.000 unit. “Kami perkirakan penjualan bulan lalu mencapai 714.000 unit. Periode Januari sampai dengan Juli, penjualan mobil mencapai 637.000 unit,” kata Sudirman kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/9).

Namun dampak kenaikan uang muka sebesar 30%, menurut Sudirman, diperkirakan menurunkan penjualan pada bulan ini. “Penurunan permintaan kendaraan akan terlihat pada akhir bulan ini. Masih ada waktu 3,5 bulan untuk meningkatkan penjualan dan Gaikindo yakin penjualan mobil 2012 tembus 1 juta unit,” paparnya.

Agen pemegang merek (APM) yang paling terkena dampak kenaikan uang muka, lanjut Sudirman, merupakan produsen yang memasarkan produk dengan harga di bawah Rp200 juta. “APM yang menjual mobil dengan harga di bawah Rp200 juta paling merasakan kenaikan DP. Namun, mobil dengan harga di atas Rp200 juta tidak mengalami kendala akibat kebijakan tersebut,” ujarnya.

Sudirman menambahkan, Gaikindo melihat permintaan mobil akan terus meningkat seiring membaiknya kondisi perekonomian. “Dengan kondisi ekonomi yang terus mengalami pertumbuhan, maka daya beli masyarakat terhadap mobil baru akan semakin tinggi,” tandasnya.

Tren Positif

Di tempat berbeda, Ketua I Gaikindo, Yongkie D. Sugiarto mengungkapkan meskipun sebelumnya diprediksi anjlok hingga 40%, penjualan mobil pada Agustus masih memperlihatkan tren positif. Hal itu ditandai dengan kenaikan penjualan 5,28% dari 73.279 unit pada bulan yang sama tahun lalu menjadi 77.145 unit.

Padahal, jumlah hari kerja pada Agustus tahun ini lebih sedikit daripada tahun lalu karena Hari Raya Idul Fitri kali ini jatuh pada pertengahan bulan ditambah libur Lebaran yang lebih panjang. Adapun, libur Lebaran 2011 jatuh pada akhir Agustus hingga awal September. "Ini merupakan pertanda bagus. Meskipun turun, permintaan mobil masih tinggi dengan hari kerja bulan lalu yang lebih sedikit," ujar Yongkie.

Data sementara Gaikindo memperlihatkan penjualan mobil nasional pada Agustus mengalami penurunan 25% dari 102.512 unit pada bulan sebelumnya menjadi 77.145 unit. Pencapaian ini mematahkan prediksi sejumlah Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang memperkirakan penjualan mobil pada Agustus turun 35%-40% menjadi sekitar 65.000 unit.

Anomali pasar mobil di Tanah Air sepertinya kembali terjadi di tengah kekhawatiran kebijakan penaikan uang muka minimum kredit kendaraan bermotor 25%-30% menurunkan penjualan. Kondisi pasar mobil yang tidak biasa ini ditandai dengan penjualan mobil pada awal diterapkannya peraturan tersebut yang mampu menembus 100.000 unit selama dua bulan berturut pada Juni dan Juli.

Meskipun demikian, Yongkie belum berani menarik kesimpulan penerapan peraturan DP minumum tersebut tidak memberikan dampak terhadap penjualan mobil di Tanah Air. "Kami masih tunggu dua bulan lagi untuk mengevaluasi dampak dari kebijakan tersebut, yakni penjualan pada September dan Oktober," ujarnya.

Sebelumnya Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan, pasar mobil Indonesia meningkat 17% dan penjualan berhasil mencapai 894,180 unit bila dibandingkan dengan 2010 yang hanya 764.710 unit. Namun produksi mobil di dalam negeri diperkirakan meningkat 10%.

Di lain pihak, Daihatsu akan meningkatkan ekspor ke Afrika dan Timur Tengah (Timteng). Salah satunya dengan produk mobil andalan Gran Max. Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra mengatakan, peningkatan ekspor harus didukung tingkat kapasitas produksi di dalam negeri. Volume ekspor juga dipengaruhi kebutuhan pasar i dalam negeri.

"Untuk Afrika, kalau dulu pintu masuknya dari Afrika Selatan, tapi sekarang sudah Afrika secara umum dan Timur Tengah. Daihatsu Grand Max sudah masuk ke Timur Tengah dan sebulan kira-kira 500 unit serta diterima baik," katanya.

Total produksi mobil Daihatsu oleh ADM selama 2011 mencapai lebih dari 373.000 unit, termasuk untuk merek Daihatsu dan Toyota. Ini berarti meningkat sekitar 17 persen dibanding 2010. Pada 2012, ADM merencanakan untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 430.000 unit.