Akhir Pekan, IHSG Cenderung Menguat

NERACA

Jakarta – Berkah menguatnya bursa saham Asia, memberikan dampak positif bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melaju di jalur hijau hingga akhir perdagangan ditutup naik 27,51 poin atau 0,67% ke posisi 4.102,86. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,75 poin (0,82%) ke level 703,53.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, IHSG ditutup menguat ditengah aksi tunggu investor terhadap ECB yang mengumumkan rencana pembelian surat utang secara rinci. Sementara pergerakan indeks regional juga dibayangi beberapa data ekonomi di dunia, “Data manufaktur dan jasa kawasan Eropa bulan Agustus mengalami kontraksi lebih buruk dari yang diperkirakan. Sedangkan data jasa China Agustus bertumbuh lebih lemah dari bulan Juli,”katanya di Jakarta, Kamis (6/9).

Dia juga menambahkan, PDB Australia kuartal dua 2012 bertumbuh 0,6% dari kuartal sebelumnya lebih rendah dari perkiraan yang sebesar 0,7%. Sementara dari dalam negeri, Purwoko mengatakan, data penjualan mobil nasional Agustus 2012 yang lebih tinggi dari perkiraan menjadi katalis positif buat indeks BEI sebagai indikasi kuatnya daya beli domestik ditengah melemahnya ekonomi global.

Berikutnya, dia memperkirakan indeks Jum’at akhir pekan akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat pada kisaran 4.080-4.120 poin. Beberapa saham yang dapat diperhatikan, Bumi Serpong Damai (BSDE), Indocement (INTP), Semen Gresik (SMGR), Bank Rakyat Indonesia (BBRI).

Pada perdaganagn Kamis kemarin, aksi jual tercatat paling ramai di sektor perdagangan dan sektor pertanian. Sedangkan aksi beli paling banyak tercatat di sektor finansial dan pertambangan.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 104.399 kali pada volume 3,8 miliar lembar saham senilai Rp 3,51 triliun. Sebanyak 150 saham naik, 79 saham turun, dan sisanya 84 saham stagnan. Pergerakan bursa-bursa di Asia tidak banyak berubah sejak pagi dan masih berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan. Hanya pasar saham Singapura yang terlihat memerah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya PT Merck (MERK) naik Rp 5250 ke Rp 152.000, Inti Bangun (IBST) naik Rp 725 ke Rp 3.625, Univeler (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 27.100, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 38.500

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tracktors (UNTR) turun Rp 650 ke Rp 19.250, Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 19.650, Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 21.800, dan Citra Tubindo (CTBN) turun Rp 450 ke Rp 4.500.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 14,770 poin (0,36%) ke level 4.090,122. Sementara Indeks LQ45 menanjak 3,393 poin (0,49%) ke level 701,174. Tipisnya rentang pergerakan IHSG itu membuat posisi tertinggi hanya di level 4.099,914. Untungnya, indeks bisa menghindari zona merah akibat aksi beli selektif.

Hanya saham infrastruktur yang masih melemah. Sembilan sektor lainnya berhasil menghijau, dipimpin oleh saham-saham tambang. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 48.349 kali pada volume 1,226 miliar lembar saham senilai Rp 1,187 triliun. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 73 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 38.700, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 26.900, Inti Bangun (IBST) naik Rp 300 ke Rp 3.200, dan Surya Toto (TOTO) naik Rp 250 ke Rp 7.150.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 19.950, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 19.700, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 200 ke Rp 52.300, dan Supreme Cable (SCCO) turun Rp 100 ke Rp 4.800.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 8,31 poin atau 0,20% ke posisi 4.083,66. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,11 poin (0,30%) ke level 699,89, “Antisipasi positif pasar terhadap hasil rapat ECB mengenai kebijakan moneternya mendorong indeks BEI menguat," kata analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi.

Dia menambahkan, data-data ekonomi yang akan dirilis terutama data "factory orders" Jerman dan "initial jobless claims" Amerika Serikat, juga akan memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks BEI.

Sementara, Managing Research PT Indosurya Asset Management, Reza Priyambada mengatakan, secara teknikal IHSG mencoba menahan untuk tidak turun lebih dalam meskipun masih terdapat potensi koreksi lanjutan.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 30,63 poin (0,16%) ke level 19.175,70, indeks Nikkei-225 naik 2,40 poin (0,03%) ke level 8.682,22 dan Straits Times melemah 3,38 poin (0,11%) ke level 2.992,52. (bani)

Related posts