Hingga Agustus, Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp 6,9 Triliun

Jumat, 07/09/2012

NERACA

Jakarta – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah memperoleh kontrak baru mencapai Rp6,9 triliun hingga Agustus 2012 dari target kontrak baru sebesar Rp13,5 triliun pada 2012. “Kontrak baru yang telah diraih mencapai Rp400 miliar pada Agustus 2012,”kata Sekretaris perusahaan PT Adhi Karya Tbk Amrozi di Jakarta kemarin.

Dia menuturkan, dengan perolehan kontrak baru tersebut, maka hingga Agustus tercatat kontrak baru yang telah diraih perseroan mencapai Rp6,9 triliun hingga Agustus 2012. Proyek-proyek besar yang didapatkan antara lain perluasan Apron terminal 3 Bandara Soekarno Hatta sebesar Rp759 miliar, peningkatan kapasitas jalan di Aceh sebesar Rp140 miliar, dan tol Solo-Kertosono sebesar Rp96 miliar.

Selain itu, perseroan juga mendapatkan proyek pengembangan Mall di Riau senilai Rp33 miliar, serta mengambangkan proyek real estate sebesar Rp52 miliar dan hotel senilai Rp25 miliar."Hingga Agustus 2012, PT Adhi Karya Tbk telah menerima Rp6,9 triliun kontrak baru," tutur Amrozi.

Hingga semester pertama 2012, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,77 triliun dari periode sama sebelumnya Rp1,82 triliun. Laba bersih tahun berjalan yang diraih sebesar Rp29,12 miliar pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 senilai Rp21,63 miliar.

Sebelumnya, Amrozi pernah bilang, pihaknya optimis dapat membukukan kontrak baru sebesar Rp 13,5 triliun pada 2012. Maka untuk memenuhi kontrak baru tersebut, perseroan akan mengerjakan proyek pembangunan di Jawa Tengah senilai Rp 500 miliar, pembangunan tol senilai Rp 331 miliar dan pembangunan milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp 241 miliar.

Tercatat hingga semester I kemarin, sebagian besar proyek yang digarap oleh ADHI berasal dari BUMN yang memberikan berkontribusi sebesar 44%. Sementara itu sisanya merupakan gabungan dari proyek APBN, APBD, dan swasta. Proyek yang mendominasi ialah di sektor konstruksi dan EPC yang menyumbang sebesar 97% sedangkan 3% sisanya dari proyek properti.

Beberapa proyek baru yang berhasil dimenangkan perusahaan pelat merag tersebut ialah pembangunan double track railway di Jawa Tengah senilai Rp 500 miliar; pembangunan tol Ngurah Rai-Tanjung Beno di Bali senilai Rp 331 miliar; pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan paket I Rp 253 miliar.

Selain itu, dermaga solid Jetty, LCT Jetty dan Liquid Jetty miliar PT Aneka Tambang senilai Rp 241 miliar, kemudian procurement dan instalasi Jetty dan Fasilitas milik PT Aneka Tambang senilai US$36,16 juta. Asal tahu saja, ADHI melalui anak usahanya siap membangun enam proyek properti dengan investasi awal sekitar Rp 480 miliar sebagai salah satu upaya perusahaan untuk memperbesar pemasukan melalui bisnis properti.

Ketertarikan perusahaan masuk ke bisnis properti untuk mendapatkan recurring income sehingga pendapatan perusahaan dapat lebih stabil. Saat ini bisnis properti hanya berkontribusi sebesar 3% sementara 97% lainnya berasal dari proyek konstruksi. Namun dalam kurun 4 tahun ke depan, perusahaan plat merah tersebut berencana memperbesar porsi di bidang properti hingga 20% dan 80% lainnya kontribusi dari proyek konstruksi. (bani)