Bank Sentral Swedia Turunkan Suku Bunga

Menjadi 1,25%

Jumat, 07/09/2012

NERACA

Stockholm-Bank sentral Swedia memangkas suku bunga utamanya sebesar 0,25 persentase poin menjadi 1,25 % untuk melawan ancaman disinflasi yang berlebihan, kata sebuah pernyataan.

Dewan eksekutif bank sentral memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan "guna mencegah inflasi yang terlalu rendah pada periode mendatang," sebuah pernyataana Riksbank (bank sentral Swedia) mengatakan.

Tingkat suku bunga baru ini bertujuan untuk menjaga inflasi tahunan Swedia mendekati target bank 2,0 %, dan bank sentral mengatakan, pihaknya memperkirakan tingkat suku bunga repo sekarang tetap tidak berubah "sampai pertengahan tahun depan." Ekonom Capital Economics Ben May mengatakan, pemangkasan itu "tidak mungkin menjadi yang terakhir dalam siklus saat ini," dan menambahkan bahwa keputusan itu "mencerminkan kekhawatiran tentang penguatan krona (mata uang Swedia) dan pengaruh kecenderungan penurunan ini terhadap inflasi".

Meskipun pertumbuhan ekonomi Swedia telah lebih kuat dari yang diharapkan tahun ini, melemahnya permintaan dari tetangga zona euro kemungkinan mengekang ekspor, sehingga pertumbuhan diperkirakan sebesar 1,5 % tahun ini dan 1,9 % pada 2012. Pengangguran diperkirakan akan meningkat sedikit tahun ini, tetapi kemudian turun karena ekonomi meningkat.

Tetapi Riksbank juga memperingatkan bahwa "situasi di zona euro masih tidak menentu dan bisa memburuk, yang dapat memiliki dampak negatif lebih lanjut terhadap ekonomi Swedia." Swedia, yang memiliki penduduk sekitar sembilan juta jiwa, telah menjadi anggota Uni Eropa sejak 1995, tetapi memilih menentang bergabung dengan zona euro dalam sebuah referendum pada 2003.

Akibatnya bank sentralnya, Riksbank, dan bukan Bank Sentral Eropa di Frankfurt, bertanggung jawab untuk kebijakan moneter Swedia.

Dewan gubernur ECB bertemu pada Kamis di Frankfurt, dengan pasar mengharapkan kepala ECB Mario Draghi mengungkapkan rincian baru skema pembelian obligasi - sebuah versi dirubah dari Program Pasar Sekuritas (SMP) yang banyak ditentang.

Namun ekonom terbagi mengenai apakah ECB juga akan mengumumkan penurunan suku bunga.

Seperti diketahui, Swedia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2013 mendatang. Negara ekonomi terbesar di kawasan Skandinavia ini juga memperkirakan akan terjadi defisit anggaran pada tahun depan.

Swedia meramalkan, pertumbuhan ekonomi pada tahun depan hanya sebesar 2,3%. Padahal, Juli lalu, negeri ini memperkirakan, pertumbuhannya sebesar 3%. Sementara untuk tahun ini, Kementerian Keuangan Swedia meramalkan, pertumbuhan ekonomi sebesar 1,6%. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan Juli lalu yang sebesar 1,1%. "Gejolak di Eropa akan berkontribusi pada melemahnya permintaan internasional yang akan menghalangi pertumbuhan Swedia," tulis Kementerian Keuangan dalam siaran persnya. "Pasar tenaga kerja akan berkembang lemah selama sisa tahun ini sebelum tumbuh perlahan tahun mendatang." **cahyo