BII Layani Buka Rekening Non Kertas

NERACA

Jakarta-- Bank Internasional Indonesia (BII) mulai memberikan layanan pembukaan rekening baru tanpa menggunakan kertas untuk memudahkan nasabah. "Layanan ini memudahkan nasabah yang melakukan pembukaan rekening tanpa perlu mengisi formulir aplikasi pembukaan rekening yang prosesnya sering memakan waktu," kata Direktur Utama BII Dato Khairussaleh Ramli di Jakarta, Kamis.

Dikatakan Dato, pembuka rekening hanya perlu waktu kurang dari 12 menit untuk membuka rekening di BII. Hal itu berbeda dengan metode konvensional yang bisa menghabiskan waktu sekitar 30 menit.

Dalam simulasi yang dilakukan, lanjut Dato, pembukaan rekening tanpa kertas itu hanya berlangsung delapan menit 30 detik. "Nasabah cukup menyerahkan KTP dan menjawab beberapa pertanyaan yang kami ajukan, tanpa merepotkan mereka mengisi formulir yang berlembar-lembar," tambahnya

Pihak BII menjalin kerjasama dengan perusahaan komputer IBM, perusahaan teknologi informasi mengembangkan mesin pemindai (scanner) dalam pembukaan rekening itu. "Untuk tahap permulaan, BII baru menerapkan sistem paperless di kantor cabang pusat. Ke depan akan kita kembangkan di semua cabang BII," ujarnya

Menurut Dato, scanner dipakai untuk memindai KTP dan selanjutnya data yang dikumpulkan mesin dimasukkan ke pusat data. "Melalui scaning identitas, data sudah ditangkap sistem," kata Direktur Operasional dan Teknologi Informasi (TI) BII, Ghazali Mohd.

Setelah proses itu selesai, nasabah akan ditanya mengenai data yang tidak tertera di KTP seperti nomer telepon dan e-mail. Selanjutnya data yang sudah masuk dikonfirmasi ulang oleh teller untuk disetujui supervisor cabang. "Pada tahap akhir penabung hanya perlu membubuhkan tanda tangan dan tinggal menerima buku tabungan, ATM berikut PIN, dan fasilitas perbankan dari BII lainnya,”paparnya. **ria

BERITA TERKAIT

Perkuat Bisnis Non Alkohol - Multi Bintang Bakal Rilis Produk Baru

NERACA Jakarta – Mensiasati bisnis minuman alkohol yang masih tertekan seiring dengan adanya kebijakan kenaikan tarif cukai minuman alkohol, PT…

Pinjaman Online Buka Akses Akses Permodalan UMKM

Pesatnya pertumbuhan industri financial technology (fintech) di Indonesia dinilai mampu membuka akses permodalan sekaligus mendorong berkembangnya sektor usaha kecil, menengah,…

MANDIRI LAYANI KOREA TRAVEL FAIR

kiri ke kanan. Dubes Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom, SVP Credit Card Bank Mandiri Vira Widiyasari dan Wakil…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Masifnya Penerbitan SBN Diklaim Tak Bikin Likuiditas Mengetat

      NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menepis anggapan bahwa masifnya penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sejak…

Perbankan Dapat Dukungan TelkomGroup - Penuhi Standar PSAK 71

      NERACA   Jakarta - Penetapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)71 yang mulai berlaku pada 1 Januari 2020…

Pemerintah Serap Rp8,98 Triliun dari Lelang SBSN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp8,98 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara…