Membangun Bisnis dan Bakat Musik

Owner SOUL Accessories : Dicky Pribadi

Sabtu, 08/09/2012

Neraca.

Dalam menjalani kehidupan, meski sulit melakukan hal besar namun kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar. Inilah yang mengilhami pria kelahiran Bandung, 10 Maret 1969 ini. Dukungan terhadap sang istri tercinta Susan, dalam membangun bisnis accessories dan fashion menjadi dipilihnya sebagai buah kecintaannya pada keluarga.

Sosok pemilik dan pengelola bisnis berbendera SOUL Accessories dan LAYA Boutique yang dinahkodai sang isteri, sebelumnya memang telah merintis karir sebagai seorang drummer dari group band; Asia Reform yang kerap tampil disejumlah Hard Rock Cafe di Wilayah Asia.

Dicky akrab disapa pun berkisah, saat dirinya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan dan hobi yang digemarinya, yang diakui Dicky sangat berat, “Memang terasa berat meninggalkan sebuah pekerjaan yang juga menjadi hobi sejak kecil, meninggalkan lingkungan dan teman-teman sesama musisi. Namun saya memutuskan untuk turut membangun bisnis keluarga,” ucapnya tanpa menyesali keputusannya 4 tahun lalu dan tetap bersyukur.

“Saya bersyukur bukan saja untuk segala hal yang telah saya miliki dan rasakan selama ini, namun juga untuk segala hal negatif yang selama ini memang tidak pernah saya harapkan datang,” ujarnya bersikap.

Bak dayung bersambut, bakat musik pria dua orang putra; Dafi Rafiali Pribadi (11) dan Laya Luna Pribadi (3), nyatanya diturunkan pada Si Sulung Dafi yang bersekolah di SD Al-Azhar Kelapa Gading, bahkan Dafi telah membentuk sebuah band dengan nama Alazka. “Saya bangga musik yang dimiliki Dafi sebagai drummer,” ucapnya bangga.

Bakat dan pengetahuan akan musik sebenarnya didapat dari sang ayah, Alm Maryun Mardjaman, seorang jurnalis bidang musik di Kota Bandung. Sementara sang bunda, Sri Nuraini lebih mendorong bakat sang anak ketika menyukai alat musik drum, “Ibu dengan kasih sayangnya selalu mendukung keinginan kami,” ucap anak pertama dari tiga bersaudara ini memaknai sikap sang bunda pada dirinya dengan kasih sayang.

Pelajaran kasih sayang kepada keluarga memang tertanam kuat pada dirinya. Inilah yang dibuktikan lulusan STIE YPKP Bandung, Jawa Barat ini, dengan memilih untuk memberi dukungan sepenuhnya pada bisnis yang tengah dibangun sang isteri. “Saya percaya selalu ada harapan yang lebih baik di depan sana. Asal kita tidak pernah berhenti untuk berusaha, bersyukur, dan dilandasi doa,” ucapnya meyakini.

Dibawah manajemen keuangan dan strategi pemasaran yang dilakukan dirinya dalam membangun bisnis keluarga, kini SOUL Accessories kian menancapkan kiprahnya di Paris Van Java Resort, Bandung. Bahkan melalui bendera bisnis LAYA Boutique, sudah tersebar di ITC Kuningan, Citos Bazaar Cilandak, Jakarta dan SUTOS, Surabaya.

Termasuk sejumlah event terbesar seperti INACRAFT yang terus diikuti SOUL dan LAYA, dan beberapa pameran yang diselenggarakan di Daerah Palembang, Balikpapan, Samarinda, Makasar, Batam, hingga Propinsi Nanggro Aceh Darussalam. “Kami belum apa-apa, bisnis kami masih kecil,” ucapnya merendah.

Menurut Dicky membangun bisnis keluarga sebenarnya lebih mudah tantangannya, karena telah memiliki ikatan kekeluargaan. “Kepercayaan dan komitmen tidak diragukan lagi. Ini menjadi faktor yang paling fundamental dalam membangun sebuah bisnis,” ucapnya.

Begitupun dalam mengelola keuangan dengan baik, ia menilai bila banyak pebisnis yang tidak memisahkan antara uang usaha dan uang pribadi. Sehingga uang usaha dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan uang pribadi ikut digunakan untuk operasional usaha.

“Disinilah tantangannya, kita dituntut memiliki kemampuan mengatur keuangan usaha dengan baik dan mengontrol semua pemasukan maupun pengeluaran dengan tepat,” ujarnya berprinsip mengelola keuangan bisnis yang tengah dibangunnya.

Diakuinya, memang terkadang kita menganggap usahanya masih kecil jadi belum perlu memisahkan uang pribadi mereka dengan uang usaha. “Padahal itu menjadi salah satu kesalahan utama yang bisa mengganggu arus kas usaha,” jelasnya.

Sebab dengan menggabungkan kedua uang tersebut, maka kita akan kesulitan dalam mengontrol pemasukan maupun pengeluaran usaha. “Oleh karena itu, sekecil apapun usaha kita sebaiknya pisahkan uang usaha dan uang pribadi agar bisnis keluarga dapat terus tumbuh dan berkembang,” ungkap Dicky. Satu langkah kecil yang didasari cinta yang besar.