Diklaim Sudah Turun, Investor Asing Masih Mendominasi

Kamis, 06/09/2012

NERACA

Jakarta – Harapan industri pasar modal bisa dikuasai investor lokal belum juga terwujud, meskipun otoritas pasar modal selalu mengklaim ada tren peningkatan jumlah investor lokal di pasar modal. Namun berdasarkan data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Rabu (5/9) menyebutkan, total aset saham pada Agustus 2012, ternyata masih didominasi oleh investor asing dengan nilai Rp1,369.66 triliun, atau 54,8%.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan, investor asing memang masih menguasai kepemilikan saham di BEI dengan jumlah sekitar 58%. Namun kepemilikan saham oleh asing tersebut sebenarnya telah menurun."Kalau tiga tahun lalu, kepemilikan saham oleh asing mencapai 70% dari total kepemilikan saham. Hal itu dikarenakan partisipasi investor domestik meningkat,"katanya di Jakarta, Rabu (5/9).

Menurut Ito, meski nilai kepemilikan saham masih lebih banyak dikuasai asing, transaksi perdagangan saham didominasi oleh investor domestik. "Investor domestik aktif melakukan transaksi perdagangan saham. Kalau tahun lalu transaksi perdagangan saham domestik mencapai 65%, dan tahun ini memang menurun menjadi 60%," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data KSEI disebutkan, jumlah aset oleh investor asing ini sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan Juli 2012 yang mencapai Rp1,391.41 triliun. Sementara total aset oleh investor domestik mencapai Rp1,126.85 triliun pada Agustus 2012 dari Juli 2012 sebesar Rp1,151.47 triliun.

Adapun total aset tercatat sebesar Rp2,496.51 triliun. Nilai kepemilikan saham oleh investor asing mencapai Rp1,354.53 triliun pada Agustus 2012 (MoM) dari Rp1,375.60 triliun. Sementara nilai kepemilikan saham oleh investor domestik mencapai Rp930,20 triliun pada Agustus 2012 (MoM) dari Rp955,56 triliun. Total nilai kepemilikan saham mencapai Rp2,284.73 triliun.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya meningkatkan investor lokal dan termasuk investor retail dalam rangka mengurangi dominasi investor asing di pasar modal.

Direktut IT BEI Adikin Basirun pernah bilang, investor ritel lokal merupakan investor yang tahan terhadap goncangan jika terjadi fluktuasi di pasar modal. Pasalnya, investor ritel adalah penyeimbang dari jumlah investor institusi yang ada, terutama sebagai bentuk ketahanan mencegah jika ada goncangan pasar,”Kalau investor luar, apalagi institusi, ada apa-apa mereka bisa saja langsung keluar,"ujarnya.

Saat ini, komposisi investor yang bermain di pasar modal Indonesia adalah 60 : 40. Artinya, 60% investor berasal dari luar dan 40% investor lokal. "Kalau bisa jumlahnya bisa 50:50, ya karena karena kalau lebih banyak investor riteil lokal ketahanannya akan lebih baik," tegasnya.

Adikin menambahkan, untuk menjaring semakin banyaknya investor lokal terutama retail memang tidaklah mudah. Menurutnya, dibutuhkan sistem pemasaran yang lebih baik agar jumlahnya terus bertambah. "Sekarang pertaruhan bagaimana AB untuk follow up. Kalau sosialisasi dan antusisasme tinggi, tapi kalau tidak di follow up akan masuk ke investasi lain yang lebih agresif dalam menawarkan produknya," tandasnya. (bani).