Rupiah Terpukul, Investasi Emas Kebanjiran Permintaan

NERACA

Jakarta- Dampak krisis ekonomi Eropa memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah yang terus melorot terhadap dolar. Oleh karena itu, banyak investor beralih portofilio investasi ke emas yang sebaliknya harganya terus meroket.

Marketing Manager Logam Mulia Refinery Bussiness PT Aneka Tambang, Bambang Wijanarko mengatakan, minat investasi masyarakat dalam bentuk emas atau logam mulia terus meningkat seiring dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang cenderung bergerak melemah, “Beberapa hari ini harga emas mengalami peningkatan, naiknya harga emas dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang cenderung melemah terhadap dolar AS,"katanya di Jakarta, Rabu.

Dia menuturkan, rata-rata pembelian emas ritel di PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebanyak 10-12 kilogram (kg) per hari. Sementara per Agustus total penjualan sebanyak 500-600 kg, sedangkan pada bulan sebelumnya hanya mencapai sekitar 300 kg.

Dia juga menambahkan, harga emas Rabu (5/9) sebesar Rp523.000 per gram atau meningkat sebesar 4,6 persen dibanding per 23 Agustus atau setelah Hari Raya Lebaran lalu yang senilai Rp500.000. "Harga kami bisa dicek langsung ke harga emas di LME (London Metal Exchange) atau harga pasar spot yang bergerak 24 jam, kemudian dikonversi ke gram dan rupiah," ujar Bambang.

Sejak 2010, lanjut Bambang, penjualan emas kepada masyarakat terus mengalami peningkatan. Pada dua tahun lalu tercatat sebanyak tiga ton terjual ke masyarakat, kemudian pada berikutnya terjadi peningkatan sebesar 100% menjadi enam ton.

Sementara di sepanjang semester I 2012 emas terjual sebanyak 3,6 ton dengan harga rata-rata Rp490.000 per gram. "Masyarakat lambat laun sudah mulai sadar berinvestasi dalam bentuk emas, hal itu dikarenakan emas dapat dijadikan 'hedging' (lindung nilai) di tengah kondisi ekonomi yang cenderung bergerak melambat," ujar dia.

Kata Bambang, jika diperhatikan dalam jangka panjang harga emas selalu naik. Hal itu dikarenakan emas di dunia memiliki stok terbatas dan sedangkan permintaan akan emas berangsur-angsur naik misalnya untuk perhiasan, atau investasi seiring dengan terus bertambahnya jumlah populasi manusia. "Faktor itulah yang pokok sebagai pemicu naiknya harga emas atau logam mulia," katanya.

Sementara Staff Marketing Yuki Yuwono menambahkan, mulai maraknya masyarakat investasi dalam bentuk emas dipicu dari terus meningkatnya harga emas dunia. "Produk-produk investasi emas dengan berat yang bervariasi, mulai dari satu gram (g), dua g, tiga g, empat g, lima g, 10 g, 25 g, 50 g, 100 g dan 250 g. "Pecahan satu kg hingga 12 kg juga tersedia untuk melayani pembelian dari korporasi," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, harga emas berjangka menyentuh US$ 1.700 yang merupakan level tertinggi sejak 13 Maret 2012. Kenaikan ini didorong oleh spekulasi bahwa lesunya perekonomian global, bakal mendorong bank sentral untuk mengucurkan stimulus moneter. Hal ini menaikkan permintaan terhadap logam mulia ini sebagai pelindung inflasi. (bani)

BERITA TERKAIT

Dampak Faktur Cuaca - SMCB Taksir Permintaan Semen Melambat

NERACA Jakarta — PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) memproyeksikan pertumbuhan penjualan semen pada semester I/2019 ini tumbuh lebih lambat…

Investasi Hotel di Asia Pasifik Meningkat 15 Persen - Tahun 2019

Investasi Hotel di Asia Pasifik Meningkat 15 Persen Tahun 2019 NERACA Jakarta – Asia Pasifik adalah satu-satunya wilayah yang dinantikan…

Dominasi BUMN Dianggap Hambat Investasi

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyebutkan ada lima faktor yang menghambat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar Ritel Modern - CSAP Resmikan Mitra10 Ke-30 di Cirebon

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun ini, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) sukses membuka gerai bari Mitra10 ke-30…

PSAB Bukukan Laba Bersih US$ 15,29 Juta

Emiten pertambangan emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2018 sebesar US$15,29 juta atau naik…

Saham IPO Wahana Interfood Oversubscribed

NERACA Jakarta - Debut perdana di pasar modal, saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) dibuka naik 69,7% ke level…