Inflasi Agustus Cenderung Membaik

Kamis, 06/09/2012

NERACA

Jakarta--Tingkat inflasi bulan Agustus yang mencapai 0,95 % masih cukup wajar. Bahkan cenderung membaik. "Ini masih cukup wajar dan cenderung lebih baik dari musim inflasi di tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 1 %," kata Ekonom Lana Soelistianingsih di Jakarta, Rabu.

Menurut dosen FEUI ini, meskipun angka tersebut di atas median analisis yaitu 0,8 % dan batas perkiraan tertinggi 0,91 %, tetapi masih cukup rendah dibandingkan angka inflasi pada musim Puasa-Lebaran ditambah tahun ajaran baru pada tahun-tahun sebelumnya.

Lebih jauh Lana Soelistianingsih menyatakan optimistis realisasi inflasi akhir tahun 012 tercapai sesuai dengan prediksi yang tercantum dalam APBN-P sebesar 5,3 %. "Saat ini laju inflasi Januari-Agustus sebesar 3,8 %, sisanya masih sekitar 0,4 % per bulan untuk September sampai Desember. Masih bisa tercapai," jelasnya

Dikatakan Lana, salah satu faktor lainnya adalah musim panen besar yang diperkirakan akan terjadi sekitar bulan Oktober atau November. "Kalau tidak ada halangan alam, Oktober-November itu panen besar. Kemungkinan malah deflasi," ucapnya

Bahan makanan diprediksi masih akan menjadi kelompok komoditi yang menjadi penyumbang inflasi terbesar. Sementara untuk komoditi makanan jadi, katanya, masih bisa diantisipasi apabila Bank Indonesia bisa mengendalikan nilai tukar rupiah sebagai faktor yang mempengaruhi secara signifikan.

Lana juga mengharapkan pemerintah konsisten untuk tidak menaikkan harga BBM demi menjaga defisit transaksi berjalan. Saat ini transaksi berjalan sampai triwulan II masih mengalami defisit sebesar 3,1 % atau melebihi standar batas aman umum di bawah tiga % dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Kepala Ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) itu menambahkan dalam beberapa tahun terakhir inflasi musiman Puasa-Lebaran akan semakin berdekatan dengan tahun ajaran baru karena pergerakan waktu lebaran yang maju.

Menurut BPS, kelompok komoditi yang mengalami peningkatan harga terbesar pada bulan Agustus adalah pendidikan, rekreasi dan olahraga. Sementara yang menjadi penyumbang terbesar inflasi nasional bulan Agustus adalah bahan makanan yaitu sebesar 0,35 %. "Kalau dilihat dari peringkatnya, bulan Agustus ini bahan makanan hanya kedua di bawah pendidikan, rekreasi dan olahraga, namun sumbangannya terbesar terhadap inflasi Agustus," ujar Lana.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data laju inflasi bulan Agustus sebesar 0,95 %, yang berarti laju inflasi tahun kalender Januari-Agustus 2012 tercatat sebesar 3,48 % dan laju inflasi secara tahunan year on year sebesar 4,58 %. Pemerintah dalam APBN 2012 menetapkan asumsi inflasi sebesar 6,8 % dengan catatan terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi tahun ini.

Namun, pemerintah memastikan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi, sehingga pada asumsi APBN Perubahan 2012 laju inflasi ditetapkan 5,3 % pada akhir 2012. Sementara Bank Indonesia memprediksikan laju inflasi hingga akhir tahun 2012 sebesar 4,7 %. **cahyo