FDI Naik Tekan Defisit Transaksi Berjalan

NERACA

Jakarta-- Bank Indonesia mengakui kenaikan investasi asing (foreign direct investment/FDI) mendorong pertumbuhan ekspor, dan dapat menjadi solusi untuk menghambat pelebaran defisit transaksi berjalan. "Bila pemerintah ingin mencapai pertumbuhan 6,8 % (pada 2013), maka FDI harus lebih besar dari 15 miliar dolar AS dan pertumbuhan ekspor harus lebih besar dari tujuh %," kata Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution di Jakarta, Rabu.

Menurut Darmin, solusi tersebut bisa dilakukan pemerintah karena opsi lain untuk menurunkan defisit transaksi berjalan yang hingga triwulan II 2012 mencapai 6,9 miliar dolar AS atau 3,1 % dari PDB dengan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak dilakukan. "Dalam setahun realisasi FDI mencapai 15 miliar dolar AS, kalau mencapai 20 miliar dolar AS, defisit transaksi tidak terjadi karena FDI mampu menutup," ujarnya.

Darmin mengatakan, defisit transaksi berjalan terjadi karena impor bahan bakar ninyak (BBM) makin besar dan pemerintah pernah melakukan solusi untuk menutup defisit dengan menaikkan harga BBM. "Pada tahun 2005 kita di kuartal kedua defisit transaksi berjalan terjadi karena impor tinggi dan mini krisis, apa yang dilakukan pemerintah pertama-tama adalah menaikkan harga BBM," katanya.

Menurut Mantan Dirjen Pajak, kebijakan untuk menutup defisit dengan menaikkan harga BBM juga terjadi pada 2008 dan BI juga mendukung dengan melakukan kebijakan yang sama seperti pada 2005. "Hanya waktu itu menaikkan BBM-nya agak lambat sehingga proses adjusmentnya butuh tiga kuartal, tapi semuanya sama, policynya naikkan harga BBM dan policy rate dinaikkan," katanya.

Darmin memprediksi kinerja neraca transaksi berjalan untuk tahun depan, dengan situasi saat ini, akan membaik dengan meningkatnya kinerja ekspor, meskipun impor tetap tinggi sejalan dengan kuatnya permintaan domestik. “Berlanjutnya penguatan kegiatan konsumsi dan investasi akan menyebabkan tingkat impor tetap tinggi, sehingga apabila tidak disertai pulihnya ekspor dapat mempengaruhi nilai tukar yang diprediksi pada kisaran Rp9.300-Rp9.500 per dolar AS," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo bahkan mengatakan neraca pembayaran mulai triwulan III 2012 akan kembali surplus sebesar satu miliar dolar AS yang berarti akan meningkatkan cadangan devisa yang saat ini tercatat 106,5 miliar dolar AS. "Artinya surplus di transaksi modalnya akan kembali lebih besar dari defisit di transaksi berjalan. Sehingga oleh karena itu kita kembali memperkirakan cadangan devisa akan kembali naik," ujarnya.

Bahkan Perry memperkirakan defisit transaksi berjalan makin berkurang hingga akhir tahun karena ekspektasi kondisi perekonomian global dan harga komoditas ekspor akan membaik serta didukung respon kebijakan pemerintah. "Mulai triwulan ini current account kita akan kembali turun defisitnya jadi dua % dari PDB dan sampai triwulan IV, karena penurunan ekspor tidak tajam dan impor tidak besar," ujarnya. **ria

BERITA TERKAIT

Sistem Validasi IMEI Ponsel Ditargetkan Beroperasi April 2018 - Tekan Produk Ilegal

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika serta operator telepon seluler (ponsel) akan melakukan langkah sinergi untuk…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Produksi Naik, PHE Catatkan Kinerja Positif di 2017

      NERACA   Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 10,1%

      NERACA   Jakarta - Jumlah utang luar negeri Indonesia di akhir 2017 meningkat 10,1 persen (tahun ke…

Muliaman Hadad Ditunjuk jadi Dubes RI untuk Swiss

    NERACA   Jakarta-Mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad resmi ditunjuk menjadi Duta Besar…

Tiga Tahun Jokowi Diklaim Berhasil Turunkan Inflasi

      NERACA   Padang - Pejabat Kantor Staf Presiden (KSP) memaparkan dalam tiga tahun perjalanan pemerintahan Presiden Jokowi…