Perbankan Jepang Yakin Positif Bisnis di Indonesia

Kamis, 06/09/2012

NERACA

Jakarta—Kalangan Perbankan asal Negeri Sakura menilai positif perekonomian Indonesia yang merupakan lahan subur untuk investasi. "Ekonomi Indonesia ini penuh energi, sehingga banyak perusahaan Jepang yang ingin tertular energi itu dengan melakukan ekspansi ke Indonesia," kata Presiden Direktur Joyo Bank, Kazuyoshi Terakado, usai acara penandatangan nota kesepahaman dengan PT Bank Negara Indonesia (BNI) di Jakarta, Rabu.

Kazuyoshi menambahkan melalui kerja sama dengan BNI, Joyo Bank yang merupakan bank regional peringkat kelima di Jepang berharap dapat berkontribusi dalam mendorong perdagangan antara Jepang dan Indonesia, khususnya yang dilakukan oleh nasabah mereka. "Nasabah Joyo Bank ada sekitar 30 perusahaan yang sudah berkantor atau membuka pabrik di Indonesia, banyak juga nasabah kami di Jepang yang sudah bertanya tentang iklim investasi di Indonesia sehingga diharapkan dalam waktu dekat jumlahnya akan bertambah dua kali lipat," tambahnya

Dalam pelayanan nasabahnya, Kazuyoshi mengatakan bank asal Prefektur Ibaraki itu banyak melayani nasabah yang berkecimpung di bidang manufaktur mesin, termasuk salah satu yang terbesarnya Hitachi. "Namun nasabah kami umumnya merupakan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) sehingga diperkirakan kebutuhannya rupiah sebesar Rp500-600 juta per perusahaan per tahun," ujarnya

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Treasury dan Institusi Finansial BNI, Adi Setianto, mengatakan kerja sama dengan Joyo Bank merupakan bagian dari upaya BNI dalam rangka memperkuat posisinya dalam pasar layanan pembiayaan transaksi internasional. "Dalam pasar "trade finance" ini kami berupaya untuk menangkap berbagai peluang seiring tumbuhnya kepercayaan terhadap indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara," terangnya

Lebih jauh Adi menamabahkan kerja sama dengan berbagai bank regional Jepang merupakan strategi BNI dalam memperluas jaringan bisnis terhadap UKM Jepang yang diharapkan akan memulai bisnis dan berinvestasi di Indonesia. "Untuk mendukung penuh kegiatan UKM Jepang di Indonesia itu, kantor pusat kami sudah dilengkapi Japan Desk yang SDM-nya telah dilatih bahasa dan kebudayaan Jepang secara khusus," jelasnya

Melalui kerja sama dengan Joyo Bank maka BNI hingga kini telah menjalin kerja sama dengan 40 bank regional Jepang yang di antaranya adalah Hyakugo Bank, Hokuto Bank, Shonai Bank, Chugoku Bank, Gunma Bank, Juroku Bank, Hiroshima Bank, Hokuriku Bank, Kagoshima Bank, Kyoto Bank, dan Aichi Bank.

Sementara itu, Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) mendorong seluruh pemangku kepentingan ekonomi syariah bersinergi mengatasi hambatan dan masalah industri keuangan syariah sehingga ekonomi syariah di Indonesia dapat terus berkembang. "Masalah dan tantangan tak bisa diselesaikan secara parsial oleh satu lembaga yang berjalan sendiri saja tapi perlu sinergi dan saling membantu dalam memecahkannya," sebut Direktur Eksekutif PKES, Ikhwan Ridwan di di Jakarta, Rabu.

Menurut Ikhwan Ridwan, selama ini industri keuangan syariah menghadapi masalah dan tantangan seperti kelangkaan sumber daya insani (SDI), kurangnya inovasi produk, belum ada penguatan pemasaran serta masih lemahnya minat masyarakat terhadap jasa keuangan syariah.

Dikatakan Ikhwan, menghadapi masalah dan tantangan tersebut perlu sinergi dari para pemangku kepentingan ekonomi syariah seperti Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES), Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asosiasi Akuntansi dan Keuangan Syariah Indonesia (AAKSI), dan Asosiasi Baitul Maal Wat Tamwil se-Indonesia (Absindo). **cahyo