Sebagian Segmen Kena Kenaikan TDL

NERACA

Jakarta—Kementerian Keuangan menegaskan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang diajukan dalam RAPBN 2013 akan diterapkan secara bertahap dan tidak untuk semua segmen. "Subsidi energi untuk listrik harus kita kurangi bertahap meski memicu kenaikan, tetapi kenaikan itu hanya berlaku bagi beberapa segmen seperti rumah tangga listrik menengah ke atas, industri, dan UKM," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta, Rabu.

Kenaikan TDL bertahap itu, lanjut Agus diperlukan untuk melakukan penataan tarif dasar listrik yang lebih seimbang antara kepentingan masyarakat dan anggaran Pemerintah. "Kita harapkan masyarakat bisa memahaminya," tegasnya

Menurut Agus, selama ini semua pelanggan PLN menerima subsidi yang pada dasarnya tidak tepat guna seperti pada rumah dengan daya tinggi lebih dari 450 Watt. Kalangan itu dikategorikan sebagai masyarakat yang mampu secara ekonomi. "Alangkah lebih baik bila anggaran subsidi listrik dialihkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur tambahan dan belanja sosial," jelasnya

Lebih jauh kata Agus, pilihan menaikkan TDL menjadi salah satu bagian dari rencana jangka pendek untuk menurunkan subsidi energi secara nasional. Pemerintah merencanakan kenaikan listrik secara bertahap 4% per kuartal pada tahun 2013.

Mantan Dirut Bank Mandiri ini menambahkan subsidi harus ditata dengan baik untuk selanjutnya pemerintah mengupayakan agar harga lebih dekat dengan biaya produksi sehingga tidak perlu lagi subsidi besar untuk listrik.

Dikatakan Agus, pemerintah akan berusaha mengendalikan listrik dan semua sumber energi nasional sebaik mungkin. "Memang nanti Kementerian ESDM dan Pertamina yang paling terlihat perannya dalam tata kelola energi. Dua lembaga itu dalam prakteknya bukan hanya menata subsidi dan distribusi energi, tetapi juga melakukan upaya-upaya pembatasan atau pengendalian," paparnya

Agus menganggap beberapa langkah penting terkait penghematan dan pemenuhan energi nasional seperti pengembangan energi baru dan terbarukan. Pemerintah juga akan berupaya mendapatkan sumber energi alternatif. Salah satu upaya konkret itu ialah menyelesaikan proyek pembangkit listrik berdaya 10.000 Megawatt.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan, pihaknya masih harus mengkaji dampak rencana pemerintah untuk menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) sebesar 15 % yang dimasukkan dalam RAPBN 2013. "Saya harus lihat dulu itu nanti dampaknya langsung atau tidak langsung," ujarnya di Jakarta.

Darmin mengatakan, dirinya belum dapat memastikan seperti apa kebijakan itu nantinya sehingga dirinya belum dapat mengiyakan atau membantah asumsi tingkat inflasi yang akan terjadi jika TTL dinaikkan.

Sementara itu Direktur Eksekutif Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Perry Warjiyo, yang ditemui secara terpisah di Gedung DPR, mengatakan Bank Indonesia memperkirakan inflasi tahun depan akan naik 0,3 % bila pemerintah menaikkan tarif listrik. "Awalnya BI memperkirakan inflasi 2013 sebesar 4,8 % jadi tinggal ditambah 0,3 %, sehingga bisa disimpulkan sebesar 5,1 %," tukasnya

Namun Perry juga menekankan kebijakan untuk menaikkan tarif dasar listrik tersebut masih berupa usulan pemerintah yang harus mendapat persetujuan DPR, sehingga belum dapat dipastikan realisasinya. "Kepastiannya tetap kalau sudah ada Undang Undang APBN-nya nanti, sekarang kan baru rancangan," ucapnya

Pengajuan usulan kenaikan TTL oleh pemerintah itu menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo bertujuan untuk melonggarkan beban subsisdi pemerintah yang telah mencapai Rp316 triliun, sementara alokasi untuk pembangunan infrastruktur hanya Rp190 triliun. **bari/ria

Related posts