Belum Banyak Sentimen Positif, IHSG Kamis Bergerak Melemah

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 29,901 poin (0,73%) ke level 4.075,352. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 6,584 poin (0,93%) ke level 697,781.

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, pelemahan indeks mengikuti gerak bursa regiobal yang juga ditutup melemah menyusul sentimen negatif yang dipicu oleh data manufaktur Amerika Serikat bulan Agustus, “Dengan penurunan manufaktur AS itu, maka menggenapi penurunan tiga bulan berturut-turut. Hal itu dianggap dapat mengancam pemulihan ekonomi Amerika Serikat,”katanya di Jakarta, Rabu (5/9).

Dia menambahkan, dorongan negatif pelemahan juga berasal dari produk domestik bruto (PDB) Australia pada kuartal kedua 2012. Selain itu, penurunan juga mengkonfirmasikan terjadinya "bearish reversal" jangka pendek. Berikutnya, dia memproyeksikan indeks BEI Kamis akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di kisaran jangka pendek 4.020-4.090 poin.

Pada perdagangan kemarin, aksi jual menyasar saham-saham unggulan, terutama berbasis agrikultur, tambang dan konstruksi. Aksi beli masih terjadi di saham-saham lapis dua tapi tidak signifikan.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 104.018 kali pada volume 3,657 miliar lembar saham senilai Rp 3,22 triliun. Sebanyak 71 saham naik, sisanya 158 saham turun, dan 91 saham stagnan. Pergerakan bursa-bursa di Asia tidak banyak berubah sejak pagi, masih berada di zona merah hingga penutupan perdagangan sore dan pasar saham Hong Kong yang paling anjlok kali ini.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Inti Bangun (IBST) naik Rp 575 ke Rp 2.900, Indosat (ISAT) naik Rp 350 ke Rp 5.500, Surya Citra (SCMA) naik Rp 300 ke Rp 10.400, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 38.150.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.500 ke Rp 26.500, Fastfood (FAST) turun Rp 1.500 ke Rp 12.400, Astra Agro (AALI) turun Rp 1.300 ke Rp 20.200, dan Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 19.600.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup melemah 13,438 poin (0,33%) ke level 4.091,815. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 1,024 poin (0,15%) ke level 703,341. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 56.969 kali pada volume 1,893 miliar lembar saham senilai Rp 1,399 triliun. Sebanyak 52 saham naik, sisanya 159 saham turun, dan 77 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Inti Bangun (IBST) naik Rp 575 ke Rp 2.900, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 38.450, Indosat (ISAT) naik Rp 300 ke Rp 5.450, dan Surya Citra (SCMA) naik Rp 250 ke Rp 10.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 650 ke Rp 20.850, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 23.500, Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 22.050, dan Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 27.600.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 17,34 poin atau 0,42 persen ke posisi 4.087,91. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 4,41 poin (0,63 persen) ke level 699,93. "Data ekonomi AS yakni manufaktur yang turun memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan bursa Asia termasuk indeks BEI," kata analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi.

Dia menambahkan, antisipasi menjelang rapat bank sentral Eropa (ECB) pada Kamis pekan ini dan antisipasi terhadap data "purchasing managers index" (PMI) negara-negara Euro yang akan diumumkan juga akan memberikan sentimen tambahan.

Sementara itu, analis E-Trading Securities Andrew Argado menambahkan, investor pasar saham yang masih menunggu sentimen positif global mendorong mengambil posisi lepas saham. "Sebagian investor masih 'wait and see' seraya melepas portofolio sahamnya hingga adanya sentimen positif baru. Belum adanya titik terang dari kebijakan pemerintah AS serta dari Eropa menjadi salah satu pemicunya," ujar Andrew Argado.

Bursa regional Rabu, diantaranya indeks Hang Seng melemah 205,10 poin (1,06%) ke level 19.224,81, indeks Nikkei-225 turun 66,70 poin (0,76%) ke level 8.708,81 dan Straits Times melemah 14,98 poin (0,50%) ke level 2.996,57. (bani)

BERITA TERKAIT

Optimisme Ekonomi Positif Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup menguat seiring penilaian investor terhadap…

Kebutuhan Gula Seiring Kinerja Positif Industri Pengguna

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi…

PDIP: Prabowo Tidak Tegas, Caleg Gerindra Paling Banyak Terlibat Korupsi

PDIP: Prabowo Tidak Tegas, Caleg Gerindra Paling Banyak Terlibat Korupsi NERACA Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menanggapi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…