Ekonomi RI Bagus, Intiland Tancap Gas Ekspansi

NERACA

Jakarta – Perusahan pengembang properti PT Intiland Development Tbk akan terus menggenjot ekspansi bisnisnya seiring melesatnya pertumbuhan ekonomi nasional. Alasannya, kinerja ekonomi Indonesia sangat bagus hingga berdampak pada perkembangan pasar properti yang prospektif.

“Kalau ekonomi bagus, kalangan pengembang pasti akan membangun proyeknya. Mereka kan merasa yakin bahwa proyeknya akan laku terjual,” kata Hendro Gondokusumo, Presiden Direktur PT Intiland Development Tbk, kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Menurut Hendro, setelah melihat pertumbuhan ekonomi nasional, Intiland akan makin fokus pada pengembangan beberapa proyek properti, mulai dari perumahan, kawasan komersial, perkantoran sampai dengan jaringan hotel. Untuk itu, Intiland tengah mengejar pertambahan lankbank atau bank tanah sekitar 1000 hektar.

Saat ini, imbuh Hendro, pihaknya tengah mengincar lahan berskala besar di sebuah kota di Jawa Timur. “Dana untuk akuisisi belum bisa diungkapkan karena khawatir terjadi kenaikan harga yang pesat. Namun, kami optimis bisa menyelesaikan negosiasi tahun depan,” jelas Hendro.

Dia mengungkap, pengembangan kawasan industri baru di Jawa Timur memiliki potensi yang besar, seiring meningkatnya aktivitas relokasi dan ekspansi perusahaan.

Sementara itu, di kawasan industri Ngoro Industrial Park (NIP) di Mojokerto, misalnya, permintaannya naik tajam. Proyek yang dikembangkan Intiland tersebut bahkan siap menambah lahan baru untuk perluasan NIP 3.

“Dulu, NIP tahap I seluas 200 ha dijual dan dikembangkan selama 15 tahun. Kini, NIP tahap II seluas 225 ha, lebih dari separuhnya terjual hanya dalam enam bulan,” terang Hendro.

Hendro menyebut, salah satu faktor meningkatnya permintaan kawasan industri adalah kondisi ekonomi Indonesia yang masih bagus. Kondisi itu tercermin dari banyaknya perusahaan baru muncul dan membutuhkan pabrik sendiri.

“Sekarang ini, yang menjadi pahlawan adalah para entrepreneur. Positifnya ekonomi berimbas pada sektor properti di mana setiap produk yang diluncurkan pasti laku,” jelas dia.

Selain mengincar lahan baru untuk kawasan industri, Intiland juga menjadikan lahan tersebut sebagai cadangan (landbank) untuk pengembangan proyek terpadu (mix used). “Konsep mix used sangat cocok diterapkan saat ini karena punya fasilitas lengkap. Hotel juga potensial,” papar Hendro.

Proyek Aeropolis

Di tempat yang sama, Didik Riyanto, Direktur PT Perkasa Lestari Permai menbungkap, pihaknya masih terus mengembangkan proyek mix-used Aeropolis yang hanya berjarak 700 meter dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten. Sepanjang semester pertama tahun ini, proyek tersebut telah membukukan penjualan sebesar Rp 160 miliar. “Dari angka itu kebanyakan bersumber dari Aeropolis Residence (AR) 1,” katanya.

Menurut Didik, Intiland juga tengah menyiapkan penjualan Aeropolis Commerecial Center (ACC). Rencananya, tower I proyek pertokoan dan perkantoran tersebut akan mulai dijual pada pertengahan September ini. “Untuk toko harganya Rp 26,5 juta per m2, sedangkan perkantoran Rp 11 juta per m2,” tutur dia.

Saat ini, imbuh Didik, proyek AR 1 tengah memasuki tahap konstruksi, sementara ACC tengah dilakukan proses pemancangan. “Oktober nanti kami akan memulai tahap dua yang terdiri dari dua kluster. Luasnya 1,8 hektare,” ucap Didik.

ACC terdiri dari lima tower apartemen, di mana kluster keduanya seluas 3 ha. Didik menuturkan, pihaknya mengantongi izin untuk keseluruhan proyek Aeropolis seluas 70 hektare. "Ya, sedang menuju ke 70 hektare itu secara bertahap," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Bank Dunia Proyeksikan Perlambatan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik

      NERACA   Jakarta - Laporan terbaru Bank Dunia memproyeksikan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang Asia…

Pelabuhan Sebagai Pintu Gerbang Ekonomi Nasional

    NERACA   Jakarta - Sebagai Negara kepulauan, Indonesia menyimpan potensi besar terlebih letaknya yang strategis karena berada di…

Pilpres 2019: Benahi Ekonomi, Hapus Oligarki

Oleh: Sarwani Pilpres 2019 usai sudah.  Indonesia akan memiliki presiden hasil pilpres pada Oktober tahun ini. Banyak harapan yang dipikulkan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Separuh Pelaku Kreatif Ditargetkan Daftar HKI

NERACA Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menargetkan sebanyak 50 persen dari 8,2 juta unit usaha ekonomi kreatif yang tercatat…

Pasar Besar - Industri Kaca Alat Farmasi dan Kesehatan Tambah Kapasitas Produksi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan industri kaca untuk alat-alat farmasi dan kesehatan. Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri…

IKM Itu Penggerak Ekonomi Berbasis Kerakyatan

NERACA Jakarta – Industri kecil dan menengah merupakan salah satu sektor penggerak ekonomi nasional berbasis kerakyatan. Hal ini lantaran para…