ANZ Luncurkan Kartu Kredit Wisata

NERACA

Jakarta--PT Bank Australia and New Zealand (ANZ) Indonesia meluncurkan kartu kredit wisata untuk memenuhi kebutuhan konsumen pebisnis dan wisatawan dalam mengakomodasi perjalanan dengan nama ANZ Travel Card. "Kartu kredit yang kami keluarkan ini adalah kartu kredit yang unik dan sangat menguntungkan bagi para pemakainya," kata Wakil Direktur Consumer Banking ANZ Indonesia Ajay Mathur dalam peluncuran kartu kredit wisata di Jakarta, Rabu.

Salah satu keuntungan yang didapat, kata dia, adalah bahwa kartu kredit wisata itu tidak dibatasi oleh penerbangan tertentu. Pemegang kartu dapat menggunakan kartu yang berlaku di lebih dari 60 maskapai penerbangan di dunia. "Sehingga pemegang kartu bisa lebih sering bepergian," tambahnya

Selain itu, kata Ajay, para pemegang kartu bisa menikmati keuntungan lain seperti asuransi perjalanan, bonus poin jarak terbang (milleage), akses ke 600 lounge bandara di seluruh dunia hingga tarif khusus akomodasi dan fasilitas lain saat bepergian.

Kartu kredit itu diluncurkan berdasarkan penelitian dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat peningkatan jumlah wisatawan domestik yang menggunakan pesawat terbang hingga lima persen di kwartal kedua 2012.

Oleh karena itu, bank yang sejak awal menawarkan produk kartu kredit itu meluncurkan kartu kredit wisata (travel card) agar pemegang kartu bisa menikmati perjalanan ke seluruh dunia lebih sering dan lebih jauh lagi. "Dengan kartu kredit ini, pemegang kartu dapat mengumpulkan jarak terbang (air miles) dalam setiap transaksi pada kartu kredit mereka sehingga mereka dapat menikmati perjalanan gratis ke seluruh dunia lebih sering," paparnya

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Ellyana Fuad menuturkan pasar kartu kredit wisata sangat besar di Indonesia. "Oleh karena itu kartu kredit wisata sangat ideal bagi para wisatawan, karena menawarkan pemegang kartu akses ke berbagai layanan dan keuntungan," katanya. **ria

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Siapkan Tawaran Khusus, Cashwagon Ingin Tingkatkan Jumlah Pemberi Pinjaman

    NERACA Jakarta - Perusahaan platform P2P (Peer to peer) Cashwagon (Kas Wagon) Indonesia menyiapkan tawaran khusus bagi para…

MAGI Beri Penghargaan ke Bengkel Rekanan Terbaik

    NERACA.   Jakarta - PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI) memberikan penghargaan kepada bengkel rekanan terbaiknya dalam ajang…

Jamkrindo Syariah Targetkan Volume Penjaminan Rp35 Triliun

NERACA Jakarta - PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar) mentargetkan volume penjaminan pada akhir 2020 mendatang bisa mencapai Rp35 triliun dan meraih…