Bank DKI Hadir di Kota Pahlawan

NERACA

Surabaya – PT Bank DKI memperluas jangkauan pemasaran hingga ke Kota Pahlawan. “Pembukaan kantor di wilayah Surabaya merupakan kantor pertama Bank DKI di luar wilayah Jabodetabek dan penegas arah Bank DKI menjadi bank umum berskala nasional,” kata Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono usai meresmikan kantor tersebut yang disaksikan oleh Pimpinan Bank Indonesia Surabaya, Mohamad Ishak, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur, Hadi Prasetyo. Pembukaan kantor Bank DKI di wilayah Surabaya telah mendapatkan persetujuan Bank Indonesia sesuai surat nomor No. 14/174/DPIP tanggal 25 Juli 2012.

Pembukaan kantor di Surabaya, karena Surabaya merupakan salah satu pintu gerbang perdagangan utama di wilayah Indonesia Timur. Luas wilayah mencapai 333 km yang terbagi dalam 5 wilayah dan 31 kecamatan serta jumlah penduduk mencapai kisaran 2,7-2,9 juta jiwa, Surabaya merupakan kota perdagangan dan ekonomi yang didukung oleh kehadiran 877 perusahaan dari berbagai industri skala sedang dan besar yang merupakan potensi produk dan jasa perbankan dari Bank DKI.

Surabaya juga memiliki Surabaya memiliki kelengkapan sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Kota Surabaya memiliki infrastruktur transportasi darat, laut, dan udara yang mampu melayani perjalanan lokal, regional, maupun internasional. “Keunggulan perekonomian dan infrastruktur Surabaya tersebut sangat menjanjikan pangsa pasar untuk Bank DKI” ujar Eko optimis.

Dengan diresmikannya Cabang Raya Darmo - Surabaya ini, Bank DKI memiliki total 193 jaringan kantor yang terdiri dari 16 kantor cabang konvensional, 2 cabang syariah, 34 cabang pembantu konvensional, 5 cabang pembantu syariah, 105 kantor kas konvensional dan kantor kas syariah, 31 payment point berikut dengan 4 samsat drive thru.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur, Hadi Prasetyo menyambut baik kehadiran Bank DKI di Surabaya. “Kehadiran Bank DKI diharapkan dapat mendukung pengembangan perekonomian di wilayah Surabaya dan Jawa Timur” ujar Hadi Prasetyo. **cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

MAGI Beri Penghargaan ke Bengkel Rekanan Terbaik

    NERACA.   Jakarta - PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI) memberikan penghargaan kepada bengkel rekanan terbaiknya dalam ajang…

Jamkrindo Syariah Targetkan Volume Penjaminan Rp35 Triliun

NERACA Jakarta - PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar) mentargetkan volume penjaminan pada akhir 2020 mendatang bisa mencapai Rp35 triliun dan meraih…

Produk Jiwasraya Layaknya Skema Ponzi

  NERACA   Jakarta - Pengamat ekonomi dan perpajakan, Yustinus Prastowo menilai produk asuransi yang mulai diterbitkan PT Asuransi Jiwasraya…