Penting Konsep CSR untuk Pendidikan

Sabtu, 08/09/2012

NERACA

“Pendidikan untuk semua”, sepenggal kalimat atau slogan yang sering dikumandangkan pada kongres-kongres berbagai bangsa di PBB lewat UNESCO yang fokus ke dunia pendidikan. Melalui pendidikan, derajat manusia seutuhnya dapat dicapai.

Saat ini pendidikan di Indonesia sudah mendapat perhatian yang baik dari pemerintah. Ini dapat dilihat dengan adanya program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang serentak sudah dilaksanakan di tiap daerah dari Sabang sampai Merauke.

Namun, perhatian pemerintah terhadap program pendidikan yang memacu dengan cepat untuk peningkatan kualitas pendidikan bangsa ini dinilai sebagian pengamat pendidikan masih kurang berimbang dengan kebijakan teknis dari sekolah, di mana pengelolaan sekolah yang mengacu kepada MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) belum optimal.

Ini dapat dilihat dengan masih banyaknya sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas, seperti laboratorium komputer, laboratorium bahasa, perangkat audio untuk mengajar masih belum tersedia. Oleh karena itu, Bantuan fasilitas pendidikan sangat diperlukan untuk menunjang proses belajar dan mengajar.

Tantangan yang harus dijawab terkait hal tersebut adalah bagaimana membangun konsep CSR yang benar-benar efektif dalam menjalankan fungsi sosial perusahaan sebagai bentuk kepedulian dan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan, yakni melalui pengadaan fasilitas penunjang belajar-mengajar.

Perlu diketahui, tidak semua perusahaan memiliki program CSR dalam dunia pendidikan. Kalaupun ada, perusahaan yang mengagendakan CSR di bidang pendidikan, itu hanya dirangkap oleh divisi lain yang memiliki kedekatan fungsi dalam mencapai tujuan perusahaan untuk mendongkrak penjualan dan meningkatkan keuntungan perusahaan.

Untuk membangun program CSR yang benar-benar berguna bagi masyarakat dan memiliki dampak positif terhadap penjualan dan peningkatan keuntungan perusahaan, dibutuhkan pemberian program yang memiliki manfaat jangka panjang yang sekaligus dikelola dengan melibatkan masyarakat dan stakeholder terkait secara berkesinambungan.

Namun demikian, yang perlu diperhatikan dalam proses pengelolaan program CSR yang berbasis masyarakat ini adalah jangan sampai mencampuradukkan antara program CSR dengan program lain dari perusahaan untuk mendongkrak penjualan dan meningkatkan keuntungan. “Internalisasi” produk perusahaan terhadap masyarakat atau komunitas yang menjadi target program CSR sebaiknya dibiarkan berlangsung secara alami.

Dengan kata lain, akan lebih bijak dan akan sangat menguntungkan bagi perusahaan ketika masyarakat atau komunitas yag menjadi target program CSR nantinya akan menjadi PR bagi produk-produk maupun kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Dengan demikian, perusahaan akan sangat diuntungkan dengan memiliki “tenaga” dan “sumber daya” yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat yang nota bene merupakan bagian dari target pemasaran produk-produk perusahaan.