Butuh Dana Segar, Adira Finance Jaminkan 50% Asetnya - Tingkatkan Pembiyaan

NERACA

Jakarta – Besarnya kebutuhan pendanaan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), memaksa perseroan harus mencari alternatif sumber pendanaan dan salah satunya mencari pinjaman dengan menjaminkan 50% jumlah kekayaan bersih untuk mencari sumber pendanaan.

Direktur Keuangan Perseroan, I Dewa Made Susila mengatakan, jaminan kekayaan perseroan tidak melebihi 300% dari jumlah kekayaan bersih (ekuitas). Jumlah tersebut juga tidak termasuk aset pembiayaan bersama dengan Bank Danamon. "Kami juga mencari pendanaan untuk pembiayaan konsumen, dan sejak tiga tahun aktif cari pendanaan untuk pertumbuhan bisnis Adira. Upaya ini kami lakukan dengan menjaminkan kekayaan yang berjumlah lebih dari 50%,"katanya di Jakarta, Selasa (4/9).

Untuk aksi korporasi ini, perseroan mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dengan persetujuan ini, perseroan akan terus mencari pendanaan untuk menunjang pembiayaan baru termasuk dengan menjaminkan sebagian piutang perseroan kepada kreditur.

Menurut I Dewa Made Susila, rasio utang perseroan masih relatif kecil sekitar 3,4x hingga Juni 2012. Perseroan memiliki ketentuan maksimal 10x dari ekuitas. Untuk pinjaman yang diperoleh perseroan sampai semester I 2012 mencapai Rp14,8 triliun. Jumlah tersebut sudah termasuk penerbitan MTN dan Obligasi. Pinjaman tersebut dijamin dengan piuntang pembiayaan perseroan senilai Rp6,8 triliun.

Pembiayaan Syariah

Selain itu, Made juga mengungkapkan, pembiayaan syariah PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) telah mencapai Rp1,6 triliun hingga Agustus 2012, “Bisnis syariah PT Adira Dinamika Multifinance Tbk telah dilaunching pada Juni 2012. Hingga Agustus pembiayaan syariah kami telah mencapai Rp1,6 triliun,"ungkapnya.

Meski Bank Indonesia (BI) sedang menggodok aturan down payment, I Dewa Made Susila optimis, pembiayaan syariah masih menarik bagi konsumen. Hal itu dikarenakan konsumen PT Adira Dinamika Multifinance Tbk juga sebagian besar muslim."Pasti akan ada pasar untuk pembiayaan syariah. Ada atau tidak ada aturan kami harus mempunyai produk konvensional dan syariah,"tegasnya.

Perseroan menargetkan total pembiayaan mencapai Rp29 triliun pada 2012. Pembiayaan tersebut sebagian besar untuk roda dua. Untuk pembiayaan tersebut, perseroan memperoleh pinjaman, termasuk melalui penerbitan medium term notes (MTN) dan obligasi sebesar Rp14,8 triliun yang dijamin dengan piutang pembiayaan Perseroan senilai Rp6,8 triliun.

Selain itu, perseroan berencana menerbitkan sisa obligasi senilai Rp1 triliun dari total penawaran umum berkelanjutan obligasi sekitar Rp6 triliun. Hingga kini perseroan telah menerbitkan obligasi dengan mekanisme penawaran umum berkelanjutan obligasi mencapai Rp4,4 triliun. "Kami masih memiliki sisa obligasi Rp1,6 triliun, dan akan diterbitkan Rp1 triliun. Kalau memang pasar bagus maka akan dinaikkan,"ujarnya.

Sementara itu, perseroan juga mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menyetujui pembentukan Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS ini bertugas memberi nasihat dan saran kepada direksi, mengawasi aspek syariah sebagai bagian dari usaha perseroan dalam melakukan diversiffikasi usaha menawarkan produk pembiayaan berbasis syariah. (bani)

Related posts