Masuki Titik Jenuh, IHSG Mulai Rapuh

Rabu, 05/09/2012

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham Selasa, indeks harga saham gabungan(IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 12,695 poin (0,31%) ke level 4.105,253. Sementara Indeks LQ45 berkurang 2,368 poin (0,34%) ke level 704,365. Derasnya, sentimen negatif bursa Asia memaksa indeks harus terkoreksi dan terlebih saham-saham unggulan berbasis komoditas menjadi pemberat indeks.

Berikutnya, indeks Rabu diproyeksikan akan begerak di zona yang sama dengan kencederungan melemah. Alasannya, indek sudah memasuki titik jenuh karena menguat tiga hari berturut-turut. Indeks diprerkirakan akan berada di level 4.095-4.105.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham komoditas menjadi pemberat bursa bersama saham-saham bluechip lainnya di sektor konsumer. Saham-saham lapis dua yang harganya sudah terjangkaulah yang berusaha menahan bursa tetap bertahan di zona hijau namun akhirnya gagal juga.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 90.948 kali pada volume 3,991 miliar lembar saham senilai Rp 3,018 triliun. Sebanyak 76 saham naik, sisanya 153 saham turun, dan 85 saham stagnan. Bursa-bursa di regional menutup perdagangan dengan kompak melemah, padahal sesi siang masih ada yang bisa menguat. Koreksi terdalam dialami pasar saham Hong Kong.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 1.150 ke Rp 22.500, Inti Bangun (IBST) naik Rp 455 ke Rp 2.325, SMART (SMAR) naik Rp 300 ke Rp 7.000, dan Surya Citra (SCMA) naik Rp 200 ke Rp 10.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 37.900, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 400 ke Rp 14.250, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 300 ke Rp 52.350, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 50.050.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik tipis 3,464 poin (0,08%) ke level 4.121,412. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,318 poin (0,19%) ke level 708,051. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 47.543 kali pada volume 1,635 miliar lembar saham senilai Rp 1,426 triliun. Sebanyak 80 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 84 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Inti Bangun (IBST) naik Rp 455 ke Rp 2.325, Surya Citra (SCMA) naik Rp 450 ke Rp 10.350, Mayora (MYOR) naik Rp 350 ke Rp 21.700, dan Surya Toto (TOTO) naik Rp 200 ke Rp 7.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 38.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 50.050, Goodyear (GDYR) turun Rp 200 ke Rp 13.000, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 14.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 2,08 poin atau 0,05% ke posisi 4.120,03. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,05 poin (0,07%) ke level 707,26, “IHSG dibuka menguat tipis, penguatan masih dipicu oleh data kepercayaan konsumen bulan Agustus yang naik tertinggi dalam tiga bulan, hal itu masih memberikan sentimen positif," kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono.

Purwoko Sartono menambahkan, Bank Sentral AS atau the Fed juga terus menjaga peluang stimulus (QE) tahap tiga terbuka lebar dan akan segera bertindak jika angka pengangguran tidak membaik atau bahkan memburuk.

Oleh karena itu, sejak awal dia memproyeksikan indeks akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan melemah di kisaran "support-resistance" 4.090-4.130 poin. Dia menambahkan, pergerakan indeks BEI akan diwarnai oleh hasil pengumuman inflasi kemarin yang diatas perkirakan sebesar 0,95% serta data neraca perdagangan yang kembali defisit.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 7,37 poin (0,04%) ke level 19.551,84, indeks Nikkei-225 turun 9,30 poin (0,01%) ke level 8.774,51 dan Straits Times menguat 8,92 poin (0,30%) ke level 3.026,49. (bani)