Mendag Akan Bahas Tarif Produk “Hijau” - KTT APEC 2012

NERACA

Jakarta - Menindaklanjuti arahan pertemuan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) tahun lalu di Honolulu, Amerika Serikat untuk menyusun daftar produk ramah lingkungan atau environmental goods list (EG). Seperti diketahui, dengan tetap menghargai posisi masing-masing dalam konteks perundingan di WTO, agar produk yang termasuk EG maka pengenaan tarif akan diturunkan bertahap sehingga menjadi maksimum 5% pada tahun 2015. Namun, EG akan sulit terealisasi karena tidak ada kriteria atau pendekatan yang jelas dalam menominasikan produk.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan akan membahas mengenai penentuan tarif produk ramah lingkungan tersebut pada KTT APEC yang akan berlangsung pada 5-6 September 2012 di Russky Island, Vladivostok, Rusia. Dia menjelaskan, Amerika Serikat kembali mengajak Indonesia untuk menyuarakan penurunan tarif untuk produk dan jasa yang masuk kategori “hijau” alias ramah lingkungan.

Gita mengatakan Amerika Serikat memang bersemangat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hijau atau berbasis ramah lingkungan, serta berharap produk yang diproduksi dengan memperhatikan lingkungan agar menjadi prioritas. Namun, karena belum ada kriteria atau pendekatan yang jelas, agak sulit untuk memilih produk-produk yang akan dikategorikan ke dalam EG.

“Karena gini, industrialisasi di Indonesia belum sejauh yang dialami oleh negara-negara maju. Jadi kapasitas kita untuk menciptakan produk yang ramah lingkungan jauh lebih kecil daripada kapasitas mereka (negara maju),” terangnya kepada wartawan di Kementerian Perdagangan, Selasa (4/9).

Produk Unik

Amerika Serikat telah menyodorkan 75 daftar yang termasuk EG, Gita mengatakan, dari 75 tersebut terdapat 19 daftar yang sama dengan EG Indonesia, tapi komoditas crude oil palm (CPO) yang menjadi andalan ekspor justru tidak termasuk dalam daftar EG Amerika Serikat. “Ini masih ada beberapa produk unik dari kita yang masih belum diterima oleh mereka, salah satunya kelapa sawit. Kita sepakat dari 75 ini ada 19 yang masuk dalam daftar ideal yang kita ingin sodorkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan, daftar produk tersebut saat ini masih dibahas bersama instansi terkait, diantaranya Kementerian Perindustrian. Dia mengatakan pemerintah masih ingin menyiapkan produsen dan eksportir dalam negeri agar siap berkompetisi di tingkat global meskipun mendapat tekanan cukup kuat dari berbagai negara soal aturan produk ramah lingkungan tersebut.

Sementara, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi pernah mengatakan bahwa Indonesia sebetulnya sudah memiliki daftar produk EG, tetapi masih memerlukan kejelasan mengenai definisi dan kriteria produk ramah lingkungan. “Bukan karena tidak siap, tapi apa definisi environmental goods,” ujarnya.

Menurut Bayu, apabila biofuel dimasukkan dalam daftar produk EG, namun kriteria apa yang dapat mengklaim bahwa biofuel itu memang produk yang ramah akan terhadap lingkungan. “Negara lain memang ingin masukkan CPO, tapi EG ini sangat luas. Kita tidak mau ujuk-ujuk terikat pada sesuatu yang tidak ada kepentingannya untuk kita,” katanya. Dia menduga sejumlah negara yang ngotot agar ketentuan produk ramah lingkungan segera diterapkan, berkepentingan dengan tarif rendah.

BERITA TERKAIT

Bukalapak Rilis Tujuh Produk Reksa Dana Baru

NERACA Jakarta - Melihat tingginya minat investor terhadap produk reksa dana yang tersedia di BukaReksa, kini Bukalapak kembali menghadirkan tujuh…

Produk Impor dan Produk Domestik

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Dari sisi pasokan, baik produk impor maupun produk dalam negeri keduanya…

KOTA SUKABUMI - Pileg 2019, Komposisi Dapil Akan Terjadi Perubahan

KOTA SUKABUMI Pileg 2019, Komposisi Dapil Akan Terjadi Perubahan  NERACA Sukabumi - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi Agung…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Berdasarkan Data KKP - Hingga Oktober 2017, Ekspor Produk Perikanan US$ 3,62 miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ekspor produk perikanan Indonesia tercatat sebesar US$ 3,62…

Indonesia-Tanzania Tingkatkan Relasi Perdagangan

NERACA Jakarta – Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede melakukan pertemuan dengan Presiden Zanzibar Ali Mohamed Shein pada Jumat (24/11)…

Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Terus Dijaga

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (Bapok) menghadapi Hari Besar Keagamaam Nasional…