Tips Mendapatkan Pinjaman Kredit

Sabtu, 08/09/2012

NERACA

Seringkali saat seseorang membutuhkan bantuan dalam rangka membuka usaha, membesarkan usaha atau untuk keperluan lainnya sangat membutuhkan dana segar berupa kucuran pinjaman modal dalam bentuk kredit. Namun dalam kenyataannya untuk mendapatkan pinjaman modal kredit tersebut bukanlah hal yang mudah.

Salam satu lembaga keuangan yang kompeten dan paling populer saat ini adalah bank, dan dengan bank sebuah aplikasi pinjaman yang diajukan harus memenuhi syarat-syarat yang dijadikan standart disetujui atau tidaknya sebuah proposal pengajuan kredit permodalan. Untuk itu dibutuhkan kiat dan tips dalam mengajukan permohonan pendanaan.

Tips dan trik ini dimaksudkan bukan untuk mengakali perbankan (yakinlah bahwa mereka memiliki staf yang jeli untuk urusan pemberian kredit), tapi untuk memperlancar persiapan dalam mengajukan kredit.

1. Tentukan kebutuhan apa yang anda inginkan untuk dibiayai bank. Untuk karyawan biasanya lebih simple seperti, beli rumah, beli kendaraan. Sementara untuk profesional dan pengusaha lebih kompleks. Apabila yang anda perlukan adalah suntikan untuk perputaran modal, misalnya juntuk mengurangi hutang.

2. Estimasikan kemampuan pembayaran (payback ability) anda. Dari laporan keuangan atau gaji atau pendapatan yang anda peroleh setiap bulannya, ambil titik aman bahwa besarnya kewajiban pembayaran tidak lebih besar dari 30% pendapatan bersih anda (DBR umum setiap bank adalah 30-35% dari total pendapatan ).

3. Periksa pemenuhan syarat administrasi anda. Untuk karyawan, pastikan anda telah bekerja di perusahaan anda lebih dari 2 tahun (ada juga bank yang menerapkan lebih dari itu), status pendapatan tetap (adanya komponen gaji tetap, untuk dihitung dalam perhitungan DBR), untuk pendapatan yang sifatnya hanya komisi (tidak tetap) biasanya bank akan cenderung menolak.

4. Perhatikan data dan fisik jaminan anda. Untuk dokumen pastikan sertifikat yang absah dan berlaku. Untuk SHGB, pastikan jangka waktu berlakunya masih lama minimal tidak lebih dari jangka waktu kredit yang akan diajukan.