Lenovo ThinkPad X1 Carbon Klaim Paling Ringan

NERACA

Seakan tanpa henti dalam berinovasi, Lenovo kembali mengeluarkan seri Lenovo Thinkpad X1 Carbon. Bagi kalangan mobile professional, kepraktisan dalam membawa perangkat komputasi kerap menjadi prioritas nomor satu. Dalam hal ini, praktis biasanya identik dengan wujud yang ramping dan bobot yang ringan.

Azis Wonosari (Technical Consultant Manager Lenovo Indonesia Kebutuhan terhadap perangkat komputasi praktis itulah yang diakomodasi oleh Lenovo ThinkPad X1 Carbon, ultrabook yang diklaim paling tipis dan ringan di kelas 14 inci. Dalam sesi first look kepada awak media, memamerkan betapa seksinya X1 Carbon.

“Kalau biasanya ultrabook 14 inci memiliki bobot di atas 1,5 kg, bobot ThinkPad X1 Carbon hanya 1,4 kg. Sisi tertebalnya pun cuma 18,8 mm,” paparnya.

Keistimewaan ini tercapai berkat desain Lenovo yang mengemas ultrabook 14 inci ke dalam form factor berukuran 13 inci. Selain itu, ultrabook ini menggunakan cover yang terbuat dari carbon fibre, material ringan tapi tangguh yang dipakai juga di bodi pesawat terbang dan mobil balap Formula 1.

Dari sisi spesifikasi, ThinkPad X1 Carbon diperkuat prosesor Intel Core i5/7 Ivy Bridge, DDR3 4GB, dan SSD 128GB. Di dalamnya, telah disematkan modem 3G internal dengan kapabilitas tethering hotspot supaya dapat berbagi-pakai koneksi internet.

“Bagi pengguna mobile, tersedia pula feature Rapid Charge untuk mengisi ulang baterai secara lebih cepat. Dalam 35 menit, baterai bisa terisi hingga lebih dari 80% dan dapat dipakai selama 5 jam,” ujar Azis. Ia menambahkan, ThinkPad X1 Carbon bisa beroperasi sampai 8 jam jika baterai terisi penuh.

Sesuai dengan target penggunanya yang masuk ke kelas pebisnis, ultrabook ini membenamkan pula sejumlah feature enterprise, seperti Intel vPro (untuk kemudahan pengelolaan aset dari jarak jauh), security chip (chip khusus penyimpanan data identitas pemilik), dan garansi 3 tahun.

Meskipun baru diluncurkan oleh Lenovo pada awal Agustus silam, ThinkPad X1 Carbon sudah siap masuk ke pasar Indonesia pada pertengahan bulan September dengan kisaran harga US$2000.

BERITA TERKAIT

Indonesia Re Catat Big Loss Klaim Meningkat - Banyak Bencana

      NERACA   Jakarta - BUMN reasuransi, Indonesia Re, mencatatkan, big loss klaim reasuransi mengalami peningkatan signifikan selama…

Merek Frenchise Yang Paling Diminati 2019

  NERACA   Jakarta – Semakin berkembangnya dunia usaha ikut memunculkan persaingan usaha. Namun, bisnis waralaba atau franchise bisa menjadi…

KPK: Anggota DPR Paling Rendah Dalam Pelaporan LHKPN

KPK: Anggota DPR Paling Rendah Dalam Pelaporan LHKPN NERACA Jakarta - Penyerahan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) oleh anggota…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

Software Bajakan Disebut Sulit Dibrantas di Indonesia

Maraknya penggunaan software tidak berlisensi atau bajakan untuk kebutuhan bisnis maupun perorangan sudah semakin meresahkan. Berdasarkan data dari BSA I…

Jelang Pilpres, 771 Konten Hoax Warnai Dunia Maya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo)mengidentifikasi 771 hoax pada periode Agustus 2018 hingga Februari 2019 di jagat maya, paling banyak berkaitan…

Kebijakan Registrasi SIM Dinilai Rugikan Penjual Kartu Perdana

Dampak diterapkannya kebijakan registrasi kartu SIM prabayar oleh pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tahun lalu ternyata dinilai merugikan…