Symantec dan Red Hat Bikin Solusi Keandalan Bersama

Sabtu, 08/09/2012

NERACA

Symantec Corp. dan Red Hat, Inc. mengumumkan kolaborasi yang lebih luas untuk menyediakan solusi-solusi yang membantu para pelanggan menerapkan komputasi awan private dan hybrid yang lincah dan menciptakan pusat data yang sangat tangguh.

Hubungan yang lebih luas ini meliputi grup teknik, pemasaran, dukungan, dan penjualan di kedua perusahaan. Berdasarkan implementasi nyata yang sudah terbukti, solusi-solusi baru ini akan memanfaatkan kekuatan Red Hat Enterprise Linux dan solusi penyimpanan dan ketersediaan Symantec untuk memberikan ketersediaan yang lebih tinggi dan peningkatan kelincahan serta membantu organisasi/perusahaan menerapkan aplikasi-aplikasi bisnis penting dengan penuh keyakinan.

Menurut Darric Hor, country director untuk Indonesia di Symantec mengatakan Red Hat Enterprise Linux merupakan platform yang paling cepat berkembang untuk manajemen penyimpanan dan perangkat lunak ketersediaan tinggi kami karena semakin banyak pelanggan menggunakan Linux untuk meningkatkan kelincahan dan tetap kompetitif.

"Di Symantec, kami fokus memperkuat kerjasama kami dengan Red Hat di Indonesia untuk memastikan perusahaan-perusahaan yakin bahwa informasi mereka terlindungi kerena mereka memodernisasi pusat data mereka dan membangun komputasi awan pribadi yang tangguh."

Sedangkan menurut Damien Wong, General Manager, ASEAN at Red Hat Melalui kerjasama erat, Red Hat dan Symantec menawarkan pelanggan nilai yang sangat besar dengan open source, yang merupakan jalur aman untuk memordernisasi arsitektur TI lawas yang mereka miliki.

“Kami dengan bangga memperluas kolaborasi jangka panjang kami dengan Symantec di Indonesia dan membawa platform sistem operasi Red Hat Enterprise Linux kami yang terdepan dan teknologi-teknologi menarik dari Symantec secara bersama-sama sehingga para pelanggan bersama kami memiliki pilihan lebih banyak dan fleksibilitas untuk infrastruktur TI mereka.”

Banyak organisasi/perusahaan yang secara cepat mengadopsi Linux sebagai pilihan platform mereka karena mereka mencari cara baru untuk tetap kompetitif di pasar saat ini dan menghadapi peningkatan biaya dengan anggaran TI yang sama. Meskipun sifat fleksibel dari Red Hat Enterprise Linux menyebabkan solusi ini menjadi pilihan platform yang strategis untuk penerapan komputasi awan pribadi, perlunya ketahanan dari perspektif tingkat pelayanan menjadi lebih sangat penting.

Red Hat Enterprise Linux digunakan oleh lebih dari 80% perusahaan dalam daftar Fortune 500 sementara Symantec sebagai pemimpin industri dalam melindungi aplikasi-aplikasi bisnis penting menyediakan serangkaian kekuatan solusi manajemen penyimpanan dan ketersediaan untuk memberikan aplikasi multi-tier yang dengan tingkat ketersediaan dan kontinuitas bisnis yang tinggi dalam berbagai platform penyimpanan, sistem operasi dan platform virtualisasi. Solusi manajemen penyimpanan dan ketersediaan Symantec digunakan oleh 99% perusahaan dalam daftar Fortune 500.

Secara bersama-sama, Symantec dan Red Hat menawarkan pelanggan kesempatan yang unik untuk membantu mengelola solusi-solusi penting yang sesuai dalam penggunaan komputasi awan dan pusat data melalui penyediaan lingkungan yang lebih fleksibel dan terbuka dalam hal perangkat keras, perangkat lunak dan sistem operasi.

Solusi bersama ini akan memberikan pemulihan bencana otomatis yang bersifat off-premise (di luar lingkungan organisasi/perusahaan); peningkatan manajemen penyimpanan untuk beberapa sistem operasi, beberapa penyimpanan pusat data; dan failover yang hemat biaya untuk database Oracle.

“Sesuai yang pernah kami tulis sebelumnya, IDC yakin Linux akan menjadi salah satu dari dua sistem operasi utama yang akan memperkuat infrastruktur komputasi awan publik,” kata Al Gillen, vice president, system software, IDC.

“Kerjasama Symantec dan Red Hat untuk meningkatkan ketersediaan data dan pemulihan bencana di pusat data telah menambah manfaat dalam menjembatani pusat data ini ke infrastruktur komputasi awan berbasis Linux, sehigga memungkinkan pelanggan enterprise saat ini untuk memanfaatkan komputasi awan yang masuk akal.”