Ekspani Bisnis MNC Group di Industri Perbankan - Rencanakan Akuisisi Dua Bank

NERACA

Jakarta – Bisnis MNC Group terus menggurita dengan berbagai ekspansi yang dilakukan. Tidak puas dengan bisnis media dan industri keuangan non bank, seperti asuransi. Kedepannya, PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) berencana mengakuisisi industri perbankan.

Chief Executive Officer PT Bhakti Investama Tbk, Hary Tanoesoedibjo pernah bilang, pihaknya tengah mendalami dua perbankan nasional untuk diakuisisi. "Satu di antaranya bank dalam bentuk terbuka (Tbk), sedangkan satu lagi belum terdaftar di bursa," katanya di Jakarta.

Dia mengatakan, perbankan yang nantinya diakuisisi harus memenuhi salah satu kriteria, yakni harus menjadi bank devisa. Dengan begitu, bank dapat menawarkan jasa-jasa yang berkaitan dengan mata uang asing seperti transfer ke luar negeri, jual beli valuta asing, transaksi ekspor-impor, dan jasa-jasa valuta asing lainnya.

Menurut Hary Tanoe, dengan masuknya perbankan di bisnis MNC, berarti bisa melengkapi anak usaha lainnya yang bergerak dalam jasa keuangan. Saat ini, Grup MNC membawahi sejumlah produk finansial antara lain MNC Life, MNC Insurance Indonesia, MNC Securities, MNC Asset Management, dan MNC Finance. "Kami harus punya bank. Ini namanya strategi agar bisnis kami bertumbuh," Hary menjelaskan.

Namun Hary masih enggan menyebutkan realisasi pembelian bank tersebut. Begitu pula dengan dana akuisisi bank. Tetapi yang pasti, dana akan berasal dari kas internal. Sebab untuk membeli sebuah bank tidak dapat bisa dari dana hasil utang.

Jika rencana itu berhasil, lanjut Hary, Bhakti Investama sebagai induk usaha bakal melakukan injeksi modal ke bank itu. "Beli bank bukan masalah besaran uang, tapi tambahan modal untuk bank itu agar bank tersebut menjadi lebih besar," katanya.

Sebagai informasi, rencana akuisisi bank yang direncanakannya akan melalui anak usahanya PT Bhakti Capital Indonesia Tbk (BCAP). Skemanya, BCAP akan melakukan penerbitan saham baru alias right issue. BHIT, selaku pemegang saham mayositas akan membeli saham baru tersebut. Dana yang akan digunakan BHIT adalah bersumber dari hasil divestasi pada PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY).

Sebelumnya, Direktur Purnadi Harjono mengatakan sedang melakukan realisasi pembelian satu bank swasta minimal September 2012. Negosiasi pun tengah dilakukan. Untuk membeli bank tersebut, setidaknya dana sebesar Rp 1 triliun sudah disiapkan.

BHIT saat ini mendapat dana segar sekitar Rp 800 miliar yang berasal dari pelepasan saham di PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY). Selain itu, perusahaan akan menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mampu mempertahankan pasarnya di bisnis hiburan televisi. Hal ini terlihat dari pencapaian laba perseroan selama tujuh bulan naik 43% dari priode yang sama tahun lalu Rp 662,9 miliar menjadi Rp 949 miliar.

Disebutkan pula, sampai Juli perseroan mampu membukukan pendapatan konsolidasi tumbuh 23% menjadi Rp 3,6 triliun dari Rp 2,9 triliun pada priode yang sama tahun lalu. Hasil ini diperkuat dari dua bisnis utamanya di tiga televise free to air (FTA) dan bisnis konten. (bani)

BERITA TERKAIT

Membangun Bisnis Untuk Pemula

Membuka bisnis sendiri atau berwirausaha kian digandrungi banyak orang. Bagi seseorang yang fleksibel dan tidak suka terikat, berbisnis memang menjadi…

Bisnis Yang Bakal Kian Ngehits di Tahun2018

Peluang bisnis dan usaha masa kini yang memiliki prospek cukup menjanjikan dan bak kian ngehits di tahun 2018. tentunya tidak…

Toyota Perkuat Daya Saing Rantai Suplai Industri Otomotif

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah merayakan berakhirnya pelaksanaan Toyota Production System (TPS) Jishuken ke-10 di Resinda Hotel, Karawang.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…