Per Agustus, Dana Kelola Reksa Dana Turun Rp 3,96 Triliun

Selasa, 04/09/2012

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (3/9) merilis dana kelolaan reksa dana turun Rp3,96 triliun menjadi Rp169,99 triliun pada Agustus 2012 dari posisi Juli 2012 sebesar Rp173,95 triliun.

Disebutkan pula, meski dana kelolaan turun, jumlah unit naik menjadi 106,70 miliar unit pada Agustus 2012 dari Juli 2012 sebesar 105,81 miliar. Adapun dana kelolaan tersebut terdiri dari reksa dana terproteksi sebesar Rp41,10 triliun, reksa dana syariah terproteksi sebesar Rp134,18 miliar, reksa dana syariah saham sebesar Rp1,96 triliun, reksa dana syariah campuran sebesar Rp1,49 triliun, reksa dana syariah pendapatan tetap sebesar Rp712,81 miliar.

Sedangkan reksa dana saham mencapai Rp59,56 triliun, reksa dana pasar uang sebesar Rp12,95 triliun, reksa dana campuran sebesar Rp20,96 triliun, reksa dana indeks sebesar Rp299,48 miliar, reksa dana pendapatan tetap sebesar Rp30,48 triliun, reksa dana ETF- saham sebesar Rp68,36 miliar, dan reksa dana ETF-pendapatan tetap sebesar Rp1,09 triliun. (bani)

Sebelumnya, ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abipryadi Riyanto pernah bilang, pertumbuhan reksa dana nasional tahun ini akan tumbuh 10%-15%.“Industri reksa dana nasional akan tumbuh 10-15%, selama kondisi Eropa terus membaik,”ungkapnya

Abiprayadi Riyanto mengungkapkan pihaknya optimis pertumbuhan industri reksa dana pada 2012 ini asalkan kondisi Eropa tidak mengalami gejolak yang signifikan. Diakui kondisi saat ini sensitif terhadap isu-isu global seperti kondisi di Eropa, makanya jika Eropa terus membaik, industri reksa dana bisa meningkat 10-15%. (bani)