Pendapatan Premi Bruto Allianz Alami Pertumbuhan Hingga 56%

Neraca

Jakarta - Allianz Indonesia mencatatkan Pendapatan Premi Bruto (GWP) gabungan sebesar Rp5,1 triliun, atau naik sebesar 56% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp3,3 triliun.

“Pencapaian sebesar 56% tersebut membuat kami optimis untuk dapat melalui tahun ini dengan pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Joachim Wessling, Country Manager dan Presiden Direktur Allianz Life Indonesia di Jakarta, Senin.

Menurut Joachim, sampai dengan akhir Juni 2012, total aset dari bisnis asuransi jiwa dan umum Allianz telah mencapai Rp19,3 triliun. Angka tersebut meningkat sebesar 41% dibandingkan periode yang sama di tahun 2011.

Pertumbuhan pendapatan premi bruto (GWP) dari bisnis asuransi jiwa individu di semua lini bisnis Allianz, disumbang dari jalur distribusi terbesar Allianz, yaitu bancassurance sebesar 69% dari total GWP, sedangkan jalur distribusi keagenan berkontribusi 22% dari total GWP. Sementara, selama semester pertama 2012 ini, Allianz Life menyebutkan telah membayarkan klaim lebih dari Rp1,9 triliun kepada nasabahnya.

Joachim menjelaskan, Allianz Indonesia akan memanfaatkan pertumbuhan yang stabil ini selama tahun ini untuk memperkuat posisinya di pasar asuransi di Indonesia, baik melalui proses internal, inovasi produk dan kualitas pelayanan kami akan dapat meningkatkan kepuasan nasabah kami. Salah satunya yaitu layanan fast claim dalam 30 menit yang berlaku untuk produk-produk asuransi kesehatan.

"Kami akan mempertahankan dan secara terus-menerus memperluas jaringan distribusi kami agar dapat mempermudah nasabah untuk mendapatkan layanan kami dan juga memberikan nilai tambah melalui inovasi berbasis teknologi," jelasnya.

Presiden Direktur Allianz, Daniel Neo menambahkan, saat ini Allianz utama juga sedang fokus pada bisnis ritel. Sampai dengan akhir Juni 2012, Allianz Utama mencatatkan total GWP sebesar Rp 290 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 27,6% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2011.

Daniel mengungkap, penurunan tersebut terjadi karena Allianz Utama memfokuskan diri pada restrukturisasi bisnis, penegakan disiplin underwriting dan proses penyeleksian risiko dengan berorientasi pada portfolio bisnis jangka panjang dan berkelanjutan.

"Penekanan fokus pada bisnis ritel didukung oleh hadirnya produk asuransi kecelakaan diri dalam bentuk sebuah kartu dengan harga terjangkau serta aplikasi dan proses aktivasi yang mudah, yaitu KartuProteksiKu,” jelas Daniel.

Dia mengklaim, kartu tersebut memiliki nilai pertanggungan yang cukup besar dan membutuhkan proses aktivasi dengan langkah yang mudah, semudah mengisi ulang pulsa prabayar telpon genggam.

BERITA TERKAIT

Membangun Indonesia dari Perbatasan Hingga Daerah Terpencil

    Oleh: Mariam Saroon, Pemerhati Sosial Ekonomi Selama Jokowi memimpin bangsa ini, sadar atau tidak banyak sekali pencapaian yang…

Bappenas: Pertumbuhan RI Relatif Stagnan - AKIBAT PRODUKTIVITAS TERTINGGAL DARI NEGARA LAIN

Jakarta-Pejabat Bappenas mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai relatif stagnan dan masih jauh di bawah rata-rata. Salah satu faktor penyebabnya adalah…

Pendapatan Toba Bara Tumbuh 43,95%

Di kuartal tiga 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) membukukan pendapatan sebesar US$ 304,10 juta, naik 43,95% dari periode…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

IBEX 2018 Bahas Revolusi Teknologi Perbankan

  NERACA   Jakarta - Topik mengenai pengaruh revolusi teknologi pada sektor perbankan terutama dengan hadirnya teknologi finansial (fintech) dalam…

Sistem QR Code Bank Mandiri akan Diluncurkan Awal 2019

    NERACA   Jakarta - Presiden Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Mandiri Pay sebagai sistem…

Sinarmas MSIG dan Bank Jatim Syariah Luncurkan Bancassurance

  NERACA   Surabaya - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur…